Perjalanan WNI ke Luar Negeri Turun 13,69 Persen Dampak Tiket Pesawat dan Kabut Asap

RBN || Jakarta

Kenaikan harga tiket pesawat internasional dan gangguan kabut asap turut membayangi perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hanya 600.605 perjalanan wisatawan nasional sepanjang September 2026, turun 13,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan juga terjadi secara bulanan dengan angka mencapai 6,69 persen dibandingkan Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan melemahnya aktivitas perjalanan internasional warga Indonesia di tengah meningkatnya biaya transportasi udara.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa perubahan harga tiket menjadi salah satu faktor yang sejalan dengan penurunan perjalanan tersebut. Ia mencontohkan kenaikan tarif penerbangan dari Aceh menuju Malaysia yang turut memengaruhi mobilitas penumpang.

“Penurunan perjalanan wisnas secara bulanan ini seiring dengan peningkatan harga tiket penerbangan internasional,” ujar Ateng, Senin (2/11/2026).

Selain persoalan biaya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada September juga memengaruhi operasional sejumlah penerbangan internasional. Gangguan jarak pandang menjadi tantangan bagi layanan transportasi udara di beberapa wilayah terdampak.

Secara kumulatif, BPS mencatat perjalanan warga Indonesia ke luar negeri sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 6,51 juta perjalanan. Jumlah tersebut menurun 4,60 persen dibandingkan sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.

Namun, perkembangan berbeda terlihat pada sektor wisata domestik yang tetap mencatat pertumbuhan secara tahunan. Perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari–September mencapai 938,84 juta perjalanan, meningkat 4,10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kinerja wisata domestik juga mencatat pencapaian tertinggi untuk periode Januari hingga September sejak 2019. Meski demikian, perjalanan wisatawan nusantara pada September turun 7,30 persen dibandingkan Agustus, menjadi 96,69 juta perjalanan.

Perbedaan perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan domestik dan internasional menghadapi dinamika yang tidak sama. Data BPS menunjukkan pentingnya memperhatikan biaya transportasi dan kondisi cuaca dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *