RBN || Sangihe
Banjir bandang yang melanda Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menyisakan persoalan baru bagi warga. Selain kerusakan rumah dan fasilitas umum, masyarakat kini harus menghadapi keterbatasan air bersih akibat rusaknya jaringan distribusi air menuju kawasan permukiman.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe pun menetapkan pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai fokus utama dalam masa tanggap darurat pascabencana yang terjadi pada Rabu (22/7/2026).
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengatakan pihaknya telah mengerahkan dua unit mobil tangki untuk memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi masyarakat terdampak.
“Yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah air bersih. Untuk sementara kita suplai menggunakan dua unit mobil tangki milik pemerintah daerah. Dalam dua hari ke depan juga akan ada bantuan mobil tangki dari Balai Wilayah Sungai serta enam unit tandon air yang akan ditempatkan di lokasi prioritas,” ujar Michael, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, distribusi air bersih akan semakin diperkuat dengan tambahan armada dari Balai Wilayah Sungai. Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air selama proses pemulihan pascabanjir berlangsung.
Di sisi lain, pemerintah daerah mulai melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat terjangan banjir. Dinas Pekerjaan Umum telah menyiapkan sekitar 100 batang pipa untuk membangun kembali jaringan air bersih yang selama ini menjadi sumber kebutuhan warga.
“Dari Dinas PU sudah tersedia sekitar seratus batang pipa yang akan segera dikirim ke Lelipang. Harapannya masyarakat tidak terus bergantung pada mobil tangki karena titik-titik distribusi air nantinya akan lebih dekat dengan permukiman warga,” katanya.
Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, Bupati Michael bersama jajaran pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan darurat kepada keluarga yang mengalami dampak paling parah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan di Kampung Lelipang.
Hingga kini, pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan pascabencana, termasuk pemulihan layanan dasar dan infrastruktur yang terdampak banjir bandang.
Sumber: Berita Satu











