Kemenperin Dorong Industri Mainan Indonesia Kuasai Pasar Lokal hingga Global
RBN || Jakarta
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri mainan nasional tidak hanya memperkuat pasar dalam negeri, tetapi juga memperluas jangkauan produknya ke pasar internasional.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah tantangan industri yang tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan produksi. Penyerapan produk buatan dalam negeri oleh masyarakat juga menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing industri mainan nasional. Upaya itu dilakukan melalui penerapan standardisasi produk, peningkatan kapasitas pelaku industri, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.
“Tantangan utama industri nasional saat ini bukan sekadar kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana kita memastikan produk-produk buatan dalam negeri diserap dan digunakan oleh masyarakat serta mampu mengambil peluang dalam rantai pasok global,” tutur Reni, Senin (5/10/2026).
Menurut Kemenperin, industri mainan memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mampu menyerap tenaga kerja sekaligus menghasilkan produk dengan nilai tambah.
Karena itu, pemerintah mendorong pelaku industri meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan produk impor, baik di pasar domestik maupun mancanegara.
“Kita perlu memperkuat pasar domestik melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan daya saing agar produk mainan buatan Indonesia semakin diminati di pasar nasional dan mampu memperluas penetrasi di pasar internasional,” terang Reni.
Selain peningkatan kualitas produk, Kemenperin juga menilai penguatan ekosistem menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri mainan.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, sektor pendidikan, dunia usaha, serta pelaku ritel dan perdagangan digital dinilai dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk mainan buatan Indonesia.
Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat, industri mainan nasional diharapkan mampu meningkatkan penyerapan produk dalam negeri sekaligus menjadikan Indonesia lebih kompetitif dalam rantai pasok industri mainan global.
Sumber: Tribunnews


