Inflasi Jakarta September 2026 Melambat, Harga Pangan Masih Jadi Perhatian
RBN || Jakarta
Inflasi DKI Jakarta pada September 2026 tercatat 0,13 persen secara bulanan, melambat dari 0,15 persen pada Agustus. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,30 persen, sementara secara tahunan Jakarta mencatat inflasi 2,71 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi September. Kelompok tersebut mengalami inflasi 0,46 persen dengan andil 0,08 persen, terutama akibat kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, dan beras.
“Kenaikan harga daging ayam dipengaruhi meningkatnya harga pakan ternak dan day old chick (DOC),” ujar Iwan, Sabtu (3/10).
Harga cabai rawit turut meningkat setelah kemarau berkepanjangan menekan produksi di sejumlah daerah pemasok seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Sementara itu, meningkatnya pasokan bawang merah dan tomat pada masa panen membantu mengurangi tekanan harga pangan.
Kelompok kesehatan juga mencatat inflasi 0,63 persen, meningkat dari 0,28 persen pada Agustus. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi kenaikan permintaan masker akibat kekhawatiran masyarakat terhadap abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Di sisi lain, kelompok transportasi mengalami deflasi 0,10 persen karena turunnya tarif angkutan udara di tengah rendahnya permintaan perjalanan. Namun, kenaikan harga BBM nonsubsidi dan fuel surcharge tiket pesawat domestik menjadi faktor yang tetap perlu diperhatikan.
Untuk menjaga stabilitas harga, TPID DKI Jakarta memperkuat strategi 4K melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi. Upaya tersebut mencakup pangan bersubsidi, pasar murah, penyaluran beras SPHP, urban farming, distribusi menggunakan truk keliling, serta penguatan Informasi Pangan Jakarta.
Iwan mengatakan koordinasi akan terus diperkuat untuk mengantisipasi risiko geopolitik dan El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi pangan. Inflasi Jakarta diharapkan tetap berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen sepanjang 2026.


