Guterres Apresiasi Kontribusi Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

RBN || Jakarta

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian PBB saat mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Jawa Barat, Senin (19/10/2026). Indonesia disebut sebagai negara penyumbang personel pemelihara perdamaian PBB terbesar keenam di dunia dengan hampir 2.000 personel yang saat ini bertugas dalam tujuh misi di berbagai wilayah.

Guterres juga menyampaikan penghargaan atas dukungan konsisten Indonesia terhadap operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Salah satunya melalui peran Indonesia sebagai tuan rumah bersama Belanda pada UN Peacekeeping Ministerial yang akan digelar pada 2027.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas dukungannya yang konsisten terhadap operasi pemeliharaan perdamaian PBB selama bertahun-tahun,” ujar Guterres. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Sekjen PBB untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengatakan kunjungan Guterres menjadi kehormatan bagi keluarga besar PMPP TNI. Ia berharap kemitraan Indonesia dan PBB terus memberikan kontribusi bagi terciptanya dunia yang aman, damai, dan berkeadilan.

Dalam kunjungan tersebut, Guterres juga memberikan motivasi kepada 180 personel TNI yang akan bertugas dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensional PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Menurutnya, penugasan tersebut berlangsung pada momentum penting untuk memperkuat stabilitas, mengonsolidasikan proses perdamaian, serta mendukung pemulihan dan pembangunan di negara tersebut.

“Misi Anda akan sangat menentukan dalam memastikan stabilitas sepenuhnya di Republik Afrika Tengah,” ujar Guterres. Ia meyakini keberadaan pasukan pemelihara perdamaian PBB, termasuk personel Indonesia, akan memberikan kontribusi penting bagi masyarakat Republik Afrika Tengah.

“Pengabdian dan pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan. Tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa ketika mengabdi demi perdamaian,” tegas Guterres. Ia sekaligus menekankan pentingnya menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB serta memastikan adanya akuntabilitas atas serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *