Demo Pelajar dan Mahasiswa Meluas di Prancis, Tuntut Pemerintah Tambah Investasi Pendidikan

RBN || Paris

Gelombang demonstrasi yang melibatkan mahasiswa, pelajar, orang tua, hingga serikat pekerja kembali terjadi di berbagai wilayah Prancis. Massa memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai belum memberikan investasi memadai untuk sektor pendidikan, khususnya sekolah menengah atas atau lycée.

Dikutip dari BBC, Selasa (6/10/2026), Union Syndicale Lycéenne (USL), salah satu serikat pelajar yang terlibat dalam aksi, menyebut sekitar 1.800 sekolah menengah atas saat ini diblokade atau ditutup oleh Kementerian Pendidikan.

Tidak hanya sekolah, aksi juga menjalar ke perguruan tinggi. USL mengklaim sekitar 90 persen universitas di Prancis turut terdampak blokade.

Melalui unggahan di X, serikat tersebut menyebut mobilisasi dalam aksi kali ini telah mencapai “rekor baru”.

Jumlah sekolah dan universitas yang terdampak dilaporkan meningkat dibandingkan aksi sebelumnya. Pada Jumat lalu, USL menyatakan lebih dari 30 universitas dan lebih dari 600 sekolah menengah atas telah diblokade sebagai bagian dari rangkaian demonstrasi.

Dalam aksi terbaru, USL kembali menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah Prancis. Salah satu tuntutan utama adalah penambahan kapasitas pendidikan tinggi untuk menampung lebih banyak calon mahasiswa.

Serikat tersebut meminta pemerintah menyediakan 150.000 tempat tambahan di pendidikan tinggi. Mereka juga mendesak pengalokasian dana sebesar €10 miliar untuk kebutuhan rekonstruksi darurat sekolah.

Selain persoalan infrastruktur, USL menilai kebutuhan tenaga pendidik juga harus segera dipenuhi. Karena itu, mereka meminta pemerintah melakukan perekrutan guru dalam jumlah besar.

Rangkaian demonstrasi tersebut menjadi bentuk tekanan terhadap pemerintah agar meningkatkan perhatian dan investasi di sektor pendidikan, terutama untuk memperbaiki kondisi sekolah serta memperluas akses pendidikan tinggi.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *