Bulan Imunisasi Kejar Bandung Sasar Anak yang Belum Lengkap Imunisasi

RBN || Bandung

Dinas Kesehatan Kota Bandung mempercepat penjangkauan anak yang belum mendapatkan imunisasi melalui Bulan Imunisasi Kejar (BIK) sepanjang Oktober 2026. Program yang berlangsung 1–31 Oktober tersebut ditujukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus memberikan perlindungan kepada anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam mengatakan percepatan diperlukan untuk menemukan anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi maupun yang memiliki status imunisasi belum lengkap. Langkah tersebut menjadi bagian dari target program imunisasi 2026 untuk menurunkan jumlah anak zero dose.

Berbeda dengan program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) yang sebelumnya berlangsung selama satu pekan, pelaksanaan BIK pada momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2026 diperpanjang menjadi satu bulan. Periode yang lebih panjang diharapkan memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk membawa anak mendapatkan layanan imunisasi.

Sasaran BIK di Kota Bandung mencakup bayi usia 0–11 bulan dan anak bawah dua tahun atau baduta usia 12–23 bulan yang belum memperoleh imunisasi atau belum melengkapi imunisasi sesuai jadwal. Imunisasi DPT-HB-Hib atau heksavalen dosis pertama menjadi salah satu prioritas, sementara imunisasi rutin lain yang tertinggal tetap diberikan sesuai ketentuan.

Untuk memastikan sasaran tidak terlewat, Dinkes bersama puskesmas melakukan pelacakan dan penjangkauan secara aktif di setiap wilayah. Upaya tersebut melibatkan camat, lurah, TP PKK, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga, PLKB, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Pelayanan juga diperluas melalui Posyandu, pos imunisasi tambahan, Puskesmas Pembantu, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah dan swasta. Masyarakat didorong membawa anak yang menjadi sasaran ke lokasi pelayanan imunisasi selama program berlangsung.

Dinkes turut memperkuat sosialisasi melalui media sosial, spanduk, grup WhatsApp RT/RW, dan siaran keliling. Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya melengkapi imunisasi anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *