BNPB Intensifkan Penanganan Karhutla dan Siapkan Antisipasi Musim Hujan
RBN || Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Upaya dilakukan melalui pengerahan 51.057 personel satuan tugas darat, dukungan peralatan pemadaman, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Personel tersebut tersebar di Kalimantan Tengah 16.387 orang, Kalimantan Barat 14.458, Sumatera Selatan 12.285, dan Kalimantan Selatan 7.927 orang. Penanganan juga didukung pompa, tangki, alat pelindung diri, drone, hingga alat berat dari berbagai kementerian dan lembaga.
Luas lahan yang masih dalam penanganan di Kalimantan mencapai sekitar 1.566 hektare, terdiri atas 1.140 hektare di Kalimantan Tengah, 391 hektare di Kalimantan Barat, dan 35 hektare di Kalimantan Selatan. Sementara itu, Sumatera Selatan mencatat sekitar 23 hektare lahan dalam penanganan.
Pada Selasa (27/10), OMC dilaksanakan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan dengan 14 sortie penerbangan serta penggunaan 22.800 kilogram natrium klorida. Operasi tersebut didukung delapan pesawat dan menyasar sejumlah wilayah prioritas untuk membantu memicu hujan.
Selain karhutla, BNPB mencatat kekeringan berdampak pada 77.555 keluarga atau 267.913 jiwa di sembilan wilayah. Bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 3.021.700 liter dengan dukungan 55 tangki.
BNPB juga menerima laporan banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Pemerintah daerah didorong memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2026/2027, termasuk menyiapkan rencana kontingensi, logistik, jalur evakuasi, sistem peringatan dini, dan posko.
Berdasarkan data historis, terdapat 253 kabupaten/kota rawan banjir dan 202 kabupaten/kota rawan longsor. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat mengikuti informasi cuaca resmi, menghemat air, menghindari aktivitas pemicu kebakaran, serta segera melaporkan kejadian bencana kepada petugas.


