Bangkai Paus 8 Meter Terdampar di Mamuju, Bau Menyengat Resahkan Warga
RBN || Mamuju
Bangkai seekor paus berukuran sekitar 7 hingga 8 meter ditemukan terdampar di pesisir Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (3/10/2026). Kondisi bangkai yang sudah membusuk menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga sekitar.
Bangkai paus tersebut pertama kali ditemukan oleh warga pada pagi hari ketika kondisi pantai mulai disinari matahari. Bangkai terlihat membentang di atas bebatuan pantai sehingga dapat dilihat dari jarak cukup jauh.
Berdasarkan pengamatan warga, kondisi fisik paus sudah membengkak. Sebagian besar kulit luarnya juga tampak mengelupas yang diduga akibat proses pembusukan setelah hewan tersebut mati di laut sebelum akhirnya terbawa ombak ke pesisir.
Sejumlah warga menduga paus tersebut merupakan jenis paus sperma. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada identifikasi resmi dari instansi terkait maupun ahli satwa laut.
Salah seorang warga Kasambang, Faulah, mengatakan bau dari bangkai paus sudah mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Baunya sangat menyengat dan bikin mual. Warga di sini enggan untuk mendekat terlalu dekat karena aromanya yang menusuk hidung,” kata Faulah.
Bau tidak sedap tersebut mulai terbawa angin hingga mendekati permukiman warga. Kondisi itu membuat masyarakat khawatir apabila bangkai paus tidak segera ditangani.
Aktivitas warga di sekitar pantai juga terlihat berkurang. Sejumlah anak-anak dan warga yang penasaran hanya menyaksikan bangkai paus dari jarak jauh karena bau yang cukup kuat.
“Anak-anak hanya menonton dari jauh saja, tidak ada yang berani mendekat karena baunya memang sangat kuat,” ujar Faulah.
Sumber: Kompas.com


