Swiss Buka Kembali Kantor Diplomatik di Korea Utara

RBN || Pyongyang

Swiss mengambil langkah diplomatik dengan membuka kembali kantor perwakilannya di Pyongyang, Korea Utara, setelah sempat menghentikan kehadiran permanennya di negara tersebut. Langkah ini bertujuan memperkuat komunikasi langsung sekaligus mendukung upaya perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis mengunjungi Pyongyang pada Kamis (29/10/2026) untuk menghadiri pembukaan kembali kantor diplomatik tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya pemerintah Swiss membangun kembali hubungan politik dengan Korea Utara melalui dialog langsung.

Dilansir Anadolu, Jumat (30/10/2026), Cassis menyampaikan bahwa pembukaan kantor tersebut merupakan langkah nyata untuk memperkuat hubungan komunikasi kedua negara. Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial X miliknya.

“Dialog tetap penting bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan,” tulis Cassis.

Kehadiran kembali perwakilan diplomatik Swiss di Pyongyang menjadi perhatian karena Korea Utara dikenal membatasi hubungan dengan banyak negara. Swiss menilai komunikasi langsung tetap diperlukan untuk membahas persoalan keamanan dan berbagai perbedaan pandangan.

Hubungan diplomatik Swiss dan Korea Utara sebenarnya telah terjalin sejak 1974, meskipun aktivitas perwakilan kedua negara mengalami berbagai perubahan. Swiss juga memiliki pengalaman panjang dalam kerja sama kemanusiaan serta upaya menjaga stabilitas di Semenanjung Korea.

Kantor perwakilan Swiss sebelumnya sempat berhenti beroperasi pada 2020 akibat pembatasan selama pandemi COVID-19. Setelah kembali beroperasi pada 19 Oktober 2026, kantor tersebut secara resmi dibuka kembali dalam rangkaian kunjungan Cassis.

Meski berada di Pyongyang, kantor diplomatik tersebut tetap berada di bawah koordinasi Kedutaan Besar Swiss di Beijing, China. Kedutaan di Beijing masih bertanggung jawab menangani hubungan diplomatik dan layanan konsuler Swiss dengan Korea Utara.

Kebijakan netralitas yang selama ini dijalankan Swiss menjadi salah satu dasar pendekatan diplomatiknya terhadap berbagai persoalan internasional. Melalui komunikasi yang lebih terbuka, Swiss berharap dapat membantu menjaga saluran dialog di tengah ketegangan kawasan.

Kunjungan Cassis juga dijadwalkan berlanjut ke Korea Selatan untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat pemerintah setempat. Rangkaian pertemuan tersebut menegaskan upaya Swiss mempertahankan komunikasi dengan kedua negara di Semenanjung Korea.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *