Hujan Redakan Kabut Asap di Palangka Raya Namun Ancaman Karhutla Masih Mengintai

RBN || Palangka Raya

Hujan deras yang mengguyur Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam beberapa hari terakhir mulai membawa perubahan terhadap kondisi udara. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berangsur berkurang, tetapi ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir.

Berdasarkan data kualitas udara pada Rabu (28/10/2026) pagi, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 62 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut dilaporkan menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya ketika asap pekat menyelimuti sejumlah kawasan kota.

Meski kondisi udara menunjukkan perbaikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca kering akibat fenomena El Nino dinilai masih dapat memicu munculnya kebakaran baru.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengingatkan bahwa turunnya hujan tidak menjamin seluruh titik kebakaran telah padam. Masyarakat diminta tetap memperhatikan kondisi lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki risiko karhutla tinggi.

“Masyarakat harus tetap waspada. Meski hujan turun, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan,” ujar Heri Fauzi.

Sementara itu, Satuan Tugas Karhutla masih melakukan pemadaman dan pemantauan di sejumlah wilayah yang rawan terbakar. Penanganan terutama difokuskan pada Kecamatan Jekan Raya dan Sebangau yang memiliki kawasan lahan gambut.

Karakteristik tanah gambut menjadi tantangan tersendiri karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun bagian atas terlihat sudah padam. Kondisi tersebut dikenal sebagai hidden fire atau api tersembunyi yang berpotensi kembali menyala ketika cuaca panas dan kering.

Keberadaan bara di lapisan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan ketelitian dan pemeriksaan menyeluruh terhadap area terdampak. Karena itu, petugas tetap melakukan pengawasan untuk mencegah kebakaran kembali meluas dan menghasilkan kabut asap.

Berkurangnya kabut asap menjadi perkembangan positif bagi warga Palangka Raya setelah aktivitas sehari-hari terganggu akibat pencemaran udara. Namun, masyarakat tetap perlu menghindari pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar.

Upaya penanganan karhutla memerlukan kerja sama antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat agar kondisi udara terus membaik. Kewaspadaan tetap menjadi langkah penting mengingat potensi kebakaran di lahan gambut belum sepenuhnya dapat dihilangkan.

Sumber: Berita Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *