Taj Yasin Tinjau Pembangunan Hybrid Seawall di Demak, Progres Proyek Capai 65 Persen

RBN || Demak

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengawal pembangunan hybrid seawall atau tanggul pantai di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Infrastruktur yang didanai APBD Jawa Tengah 2026 sebesar Rp10 miliar ini diharapkan mampu mengurangi dampak banjir rob dan abrasi sekaligus membantu memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung lokasi pembangunan pada Selasa (27/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi, rob, serta sedimentasi yang menghambat kegiatan budidaya perikanan di kawasan tambak.

Taj Yasin juga mengapresiasi respons positif masyarakat terhadap pembangunan tersebut. Menurutnya, konsep hybrid seawall menjadi salah satu upaya perlindungan pesisir yang tidak hanya mengandalkan konstruksi beton, tetapi juga mendukung pertumbuhan mangrove sebagai pelindung alami kawasan pantai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa proyek di Desa Surodadi menargetkan penanganan sepanjang 930 meter. Pembangunan itu terdiri atas struktur utama sepanjang 720 meter dan groin atau pemecah gelombang sepanjang 210 meter. Pekerjaan dibagi menjadi dua paket, masing-masing mencakup 362 meter struktur utama dan 105 meter groin. Secara keseluruhan, konstruksi tersebut menggunakan 8.500 buah buis beton.

Berdasarkan laporan per 25 Oktober 2026, progres Paket I telah mencapai 56,212 persen, sedangkan Paket II mencapai 65,822 persen. Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 175 hari, mulai 5 Juni hingga 26 November 2026.

Selain pembangunan tanggul, Pemprov Jawa Tengah juga menjalankan program Mageri Segoro untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove. Sepanjang 2025, program tersebut mencatat penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare di berbagai wilayah pesisir Jawa Tengah.

Kepala Desa Surodadi, Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas pembangunan tanggul tersebut. Ia menilai keberadaan hybrid seawall memberikan harapan bagi masyarakat untuk mengurangi dampak abrasi yang selama ini mengancam permukiman dan lahan tambak warga.

“Dengan adanya kegiatan hybrid seawall ini, insyaallah masyarakat bisa lebih aman dari abrasi. Program ini sangat membantu meringankan penderitaan masyarakat kami yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi,” ujar Supriyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Supriyanto menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama baru menjangkau sekitar 900 meter. Sementara itu, wilayah pesisir ke arah timur masih membutuhkan penanganan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Ia berharap pembangunan dapat dilanjutkan hingga perlindungan pantai tersambung sehingga manfaatnya juga dirasakan masyarakat di wilayah sekitar.

Menurutnya, abrasi tidak hanya berdampak pada pemilik tambak, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara luas. Pemerintah desa pun telah menyosialisasikan program tersebut kepada warga, baik yang memiliki lahan di sekitar lokasi maupun yang tidak mempunyai tambak.

Melalui pembangunan perlindungan pantai dan penguatan ekosistem mangrove, Pemprov Jawa Tengah berharap risiko abrasi dapat ditekan, kawasan pesisir menjadi lebih aman, serta masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk kembali mengembangkan usaha tambak dan menggerakkan perekonomian setempat.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *