Di Tengah Gejolak Pasar Saham, Indofood Borong 3,35 Juta Saham Produsen Indomie

RBN || Jakarta

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) memperbesar kepemilikannya di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), perusahaan produsen mi instan Indomie. Langkah tersebut dilakukan melalui pembelian 3,35 juta saham ketika pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan akibat sentimen global.

Transaksi berlangsung secara bertahap pada 19–21 Oktober 2026 melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembelian ini menambah porsi kepemilikan Indofood sebesar 0,03 persen, sehingga semakin memperkuat posisinya sebagai pemegang saham utama ICBP.

Aksi korporasi tersebut terungkap setelah BEI meminta klarifikasi kepada manajemen ICBP mengenai pergerakan transaksi saham perusahaan yang mengalami volatilitas. Sekretaris Perusahaan ICBP, Gideon A. Putro, kemudian memberikan penjelasan melalui keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (25/10/2026).

Menurut Gideon, jumlah saham ICBP yang dikuasai INDF sebelumnya mencapai 9.391.678.000 lembar atau setara 80,53 persen. Setelah pembelian tambahan, kepemilikan meningkat menjadi 9.395.028.000 lembar saham dengan persentase sebesar 80,56 persen.

“Kepemilikan saham Indofood di ICBP meningkat dari semula sebanyak 9.391.678.000 lembar saham (80,53%) menjadi sebanyak 9.395.028.000 lembar saham (80,56%),” ungkap Gideon dalam penjelasan resmi kepada BEI.

Meski kepemilikan saham bertambah, manajemen ICBP menyatakan belum memperoleh informasi mengenai rencana transaksi lanjutan dari INDF. Dengan demikian, belum ada kepastian apakah perusahaan induk tersebut akan kembali meningkatkan kepemilikannya.

Pembelian saham berlangsung ketika pasar modal domestik mengalami tekanan menyusul pengumuman konsultasi MSCI mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Sentimen tersebut turut memengaruhi kepercayaan investor dan mendorong pelemahan indeks saham.

Pada Jumat (16/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen hingga berada pada level 5.185. Pelemahan berlanjut pada Senin (19/10/2026), ketika IHSG turun 3,64 persen dan ditutup pada posisi 4.996,61.

Di tengah kondisi tersebut, penambahan saham ICBP menjadi langkah korporasi yang menunjukkan perubahan struktur kepemilikan perusahaan dalam jumlah relatif kecil. Hingga kini, manajemen belum menyampaikan adanya rencana tambahan terkait kepemilikan Indofood pada produsen Indomie tersebut.

Sumber: Berita Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *