Digitalisasi Perlindungan Sosial di Bali Jadi Uji Coba Layanan Nasional
RBN || Bali
Pemerintah menguji pelaksanaan digitalisasi perlindungan sosial di Bali untuk memastikan layanan berbasis teknologi benar-benar memudahkan masyarakat. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pengalaman di Bali akan menjadi bahan evaluasi sebelum sistem tersebut diperluas ke daerah lain.
Hingga minggu pertama Oktober 2026, sebanyak 652.858 keluarga atau 50,52 persen keluarga di Bali telah mendaftar melalui Portal Perlinsos. Capaian tersebut dinilai menunjukkan kesiapan masyarakat sekaligus memberikan gambaran mengenai hal-hal yang masih perlu diperbaiki dalam penerapan layanan digital.
Menurut Meutya, kunjungan ke Bali juga dimanfaatkan untuk mendengar kendala dari pemerintah daerah, agen Perlinsos, dan masyarakat. Masukan tersebut diperlukan agar sistem yang dikembangkan dapat menyesuaikan kebutuhan warga dan diterapkan secara efektif.
Melalui Portal Perlinsos, masyarakat dapat melakukan verifikasi identitas, mengajukan bantuan, memantau proses dan hasil pengajuan, serta menyampaikan sanggahan jika hasil penilaian belum sesuai kondisi. Masyarakat juga diberi kesempatan memperbaiki data kesejahteraan, termasuk desil, apabila informasi yang tercatat belum menggambarkan keadaan sebenarnya.
Untuk warga yang mengalami kesulitan menggunakan layanan digital, pemerintah menyiapkan Agen Perlinsos sebagai pendamping. Meutya menegaskan digitalisasi harus tetap disertai semangat gotong royong agar keterbatasan kemampuan teknologi tidak menghalangi masyarakat memperoleh haknya.
Pemerintah juga memastikan seluruh proses pendaftaran dan layanan Perlinsos digital tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta menggunakan kanal resmi, terutama situs berdomain .go.id, serta tidak menyerahkan data pribadi maupun nomor rekening kepada pihak yang tidak berwenang.
Meutya berharap digitalisasi Perlinsos tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memperkuat perlindungan hak masyarakat melalui sistem yang mudah diakses, transparan, dan menyediakan ruang untuk memperbaiki data.


