Banjir Terjang Sejumlah Wilayah Libya, Listrik dan Pasokan Air Bersih Terputus

RBN || Tripoli

Hujan deras memicu banjir parah di sejumlah kota di Libya bagian barat pada Jumat (25/9/2026) malam. Banjir menyebabkan aliran listrik dan pasokan air bersih terputus serta membuat sejumlah warga terjebak di tengah derasnya aliran lumpur.

Perdana Menteri Libya Abdulhamid Dbeibah telah memerintahkan pihak berwenang untuk segera mengerahkan sumber daya ke wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.

Dbeibah mengatakan dirinya terus memantau perkembangan situasi. Ia juga meminta petugas membersihkan jalan serta memulihkan sejumlah layanan penting, termasuk listrik, air minum, dan telekomunikasi.

Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi banjir di beberapa wilayah. Dalam rekaman tersebut, warga terlihat terjebak di dalam kendaraan dan berusaha menyelamatkan diri dari aliran lumpur.

Di Kota Mizda, banjir menyebabkan pemadaman listrik meluas. Juru bicara pemerintah kota setempat, Omar Kachaka, mengatakan sejumlah tiang listrik tumbang akibat hujan deras. Selain itu, terdapat kerusakan lain dan tanah longsor yang turut mengganggu jaringan listrik.

Mizda merupakan kota dengan penduduk kurang dari 30 ribu jiwa yang berada di kawasan semi-gurun di sebelah selatan Tripoli. Wilayah tersebut relatif jarang mengalami hujan deras.

Sementara itu, tim penyelamat di wilayah Bani Walid, sekitar 170 kilometer sebelah selatan Tripoli, melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak di dalam kendaraan. Kendaraan tersebut dilaporkan terseret arus lumpur akibat banjir.

Di wilayah Nasmah, wali kota setempat, Ahmed al-Sid, menetapkan daerah tersebut sebagai zona bencana. Keputusan itu diambil setelah hujan deras dan meluapnya aliran sungai musiman menyebabkan kerusakan parah.

Pemerintah Libya masih melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak. Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat banjir tersebut.

Selain menangani evakuasi warga, pemerintah juga berupaya memulihkan infrastruktur dan layanan dasar yang terdampak, terutama listrik, air bersih, jalan, dan jaringan telekomunikasi.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *