Omara Esteghlal Desak Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Pesantren Diungkap Transparan

RBN || Jakarta

Aktor Omara Esteghlal mendesak agar kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren diungkap secara transparan kepada publik.

Menurut Omara, pengungkapan kasus secara terbuka penting untuk melindungi santri sekaligus mengembalikan kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Ia menilai tindakan kekerasan seksual yang menggunakan nilai spiritual sebagai kedok merupakan bentuk manipulasi yang tidak boleh dibiarkan. Masyarakat, kata dia, juga tidak seharusnya memberikan perlindungan maupun ruang kepada pelaku.

Omara menyebut pengungkapan kasus kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan sudah menjadi hal yang mendesak. Langkah tersebut diperlukan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan korban baru.

“Bukan hanya penting, ini sangat urgen,” tegas Omara saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

Ia mengaku prihatin terhadap dugaan kejahatan seksual yang kerap tertutup oleh narasi kesucian, nilai keagamaan, maupun hubungan kuasa antara pihak yang memiliki otoritas dan korban.

Menurut Omara, kondisi tersebut dapat membuat korban berada dalam posisi sulit untuk melawan atau mengungkap apa yang dialaminya.

Ia juga menyoroti cara pelaku memanfaatkan narasi ketaatan dan pengorbanan untuk membungkam korban. Tekanan semacam itu, menurutnya, dapat membuat korban merasa takut berbicara karena khawatir dianggap melawan aturan atau merugikan nama baik lembaga.

Di sisi lain, Omara menyayangkan masih adanya pihak yang menolak pembahasan mengenai kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren ketika isu tersebut mulai menjadi perhatian publik.

Ia menilai sikap yang berupaya menutup pembahasan justru perlu dikoreksi. Menurutnya, keselamatan korban harus menjadi perhatian utama.

Omara pun mengajak masyarakat untuk menempatkan korban sebagai pihak yang perlu mendapat dukungan dan perlindungan. Ia menegaskan bahwa status sosial maupun jabatan seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan ruang kepada pelaku kekerasan seksual.

Bagi Omara, keberpihakan kepada korban merupakan tanggung jawab bersama agar lingkungan pendidikan dapat menjadi tempat yang aman bagi para santri.

Sumber: Tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *