Rusia Kecam Rencana Payung Nuklir Prancis untuk Negara Eropa

RBN || Moskow

Rusia mengecam inisiatif keamanan Prancis yang memungkinkan sejumlah negara Eropa memperkuat perlindungan melalui kemampuan nuklir Prancis. Moskow menilai kebijakan tersebut dapat meningkatkan risiko keamanan karena aset nuklir Prancis berpotensi ditempatkan lebih dekat dengan wilayah Rusia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, Moskow akan terus memantau perkembangan inisiatif tersebut. Menurutnya, keberadaan aset nuklir Prancis yang semakin dekat dengan Rusia menciptakan risiko baru bagi negaranya.

“Ini menciptakan risiko bagi kami. Dan tentu saja, kami harus mengendalikannya,” kata Zakharova kepada wartawan, Selasa (15/9/2026), seperti dilansir AFP.

Melalui inisiatif tersebut, negara-negara Eropa yang ikut serta dapat memperkuat kerja sama pertahanan dengan Prancis, termasuk melalui latihan militer bersama. Untuk pertama kalinya, negara peserta juga dapat menjadi lokasi sementara bagi pesawat Prancis yang membawa senjata nuklir.

Meski demikian, Prancis tetap memegang kendali penuh atas persenjataan nuklirnya. Keputusan mengenai penggunaan senjata nuklir tetap berada di tangan Presiden Prancis.

Finlandia menjadi negara terbaru yang menyatakan bergabung dalam proyek tersebut. Negara Nordik itu memiliki perbatasan sekitar 1.300 kilometer dengan Rusia.

Keputusan Finlandia bergabung terjadi setelah negara tersebut meninggalkan kebijakan non-blok militernya dan menjadi anggota NATO pada 2023, menyusul invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.

Zakharova mengatakan penempatan aset nuklir Prancis lebih dekat ke perbatasan Rusia dapat meningkatkan potensi ancaman terhadap Moskow. Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai tindakan yang “ceroboh”.

Hingga kini, 10 negara Eropa telah menyatakan kesediaannya bergabung. Delapan negara yang lebih dulu bergabung adalah Belgia, Inggris, Denmark, Jerman, Yunani, Belanda, Polandia, dan Swedia. Norwegia kemudian bergabung pada Mei 2026, disusul Finlandia.

Sementara itu, Estonia masih membahas kemungkinan bergabung. Perdana Menteri Estonia Kristen Michal mengatakan negaranya masih berada dalam tahap pembicaraan.

Inisiatif payung nuklir Prancis muncul ketika negara-negara Eropa meningkatkan kerja sama pertahanan di tengah ketegangan keamanan dengan Rusia yang berkaitan dengan perang di Ukraina.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *