AS Akui Punya Senjata di Orbit, China dan Rusia Peringatkan Bahaya Militerisasi Antariksa

RBN || Beijing

Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa Angkatan Luar Angkasanya memiliki senjata yang ditempatkan secara aktif di orbit Bumi. Pengakuan tersebut langsung mendapat peringatan dari China dan Rusia yang menolak semakin luasnya penggunaan ruang angkasa untuk kepentingan militer.

Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (15/9/2026) mendesak AS menghentikan perluasan kemampuan militernya di luar angkasa. Beijing memperingatkan agar ruang angkasa tidak berubah menjadi medan perang maupun arena perlombaan senjata baru.

“China menentang persenjataan ruang angkasa, mengubahnya menjadi medan perang, serta perlombaan senjata di sana,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun, dikutip dari AFP.

Peringatan serupa disampaikan Kremlin. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia menginginkan ruang angkasa tetap bebas dari persenjataan dan mendorong upaya internasional menuju demiliterisasi ruang angkasa.

Meski mengakui keberadaan senjata di orbit, AS tidak menjelaskan secara rinci jenis maupun jumlah senjata yang telah ditempatkan. Angkatan Luar Angkasa AS hanya menyebut kemampuan penyerangan kinetik dan non-kinetik dapat digunakan untuk tujuan defensif maupun ofensif dalam menghadapi ancaman musuh.

Kemampuan non-kinetik antara lain dapat berupa laser untuk membutakan satelit serta gangguan elektromagnetik atau serangan siber terhadap sistem komunikasi dan tautan data satelit.

AS menyebut China dan Rusia sebagai dua negara yang berpotensi mengancam kepentingannya di luar angkasa. Menurut Angkatan Luar Angkasa AS, China terus mengembangkan kemampuan antariksa sebagai bagian dari modernisasi militernya, sedangkan Rusia memandang ruang angkasa sebagai salah satu domain peperangan.

Persaingan tersebut bukan hal baru. Sejak Uni Soviet meluncurkan Sputnik pada 1957 sebagai satelit pertama yang mengorbit Bumi, AS dan Moskwa telah mengembangkan berbagai kajian mengenai penggunaan teknologi antariksa untuk kepentingan militer, termasuk cara melindungi maupun menghancurkan satelit.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *