Kemensos Buka Ruang Perbaikan Data Penerima Bansos
RBN || Jakarta
Kementerian Sosial membuka ruang bagi masyarakat untuk memperbaiki data penerima bantuan sosial yang dinilai belum sesuai kondisi sebenarnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemutakhiran diperlukan untuk mengatasi kesalahan pencatatan penerima manfaat. Kesalahan tersebut dapat berupa inclusion error maupun exclusion error.
Inclusion error terjadi ketika warga yang tidak memenuhi kriteria justru tercatat sebagai penerima. Sebaliknya, exclusion error terjadi ketika warga yang seharusnya menerima bantuan justru belum masuk dalam data.
Gus Ipul mengajak masyarakat melaporkan kondisi tersebut melalui berbagai saluran yang telah disediakan pemerintah. Pelaporan dapat dilakukan melalui mekanisme formal maupun jalur partisipatif.
Jalur formal dimulai dari musyawarah tingkat RT dan RW, kemudian diteruskan ke kelurahan atau desa. Selanjutnya, data dapat diproses Dinas Sosial menggunakan aplikasi SIKS-NG.
Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi Cek Bansos, Call Center, WhatsApp Center, dan Command Center. Pemerintah juga terus mengembangkan digitalisasi dalam pengelolaan bantuan sosial.
“Kalau ada keluhan, setiap ada fakta-fakta yang ada di lapangan, kita segera tindaklanjuti,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas data sosial ekonomi. Pemerintah mengapresiasi setiap laporan yang dapat membantu menemukan ketidaksesuaian data di lapangan.
Pemutakhiran juga diperlukan karena kondisi masyarakat terus berubah. Ada warga yang lahir, meninggal, menikah, pindah tempat tinggal, hingga mengalami perubahan kondisi ekonomi.
“Ini penting, karena data menjadi penentu apakah program kita tepat sasaran,” jelasnya.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dikelola Badan Pusat Statistik. Kemensos bersama pemerintah daerah membantu proses pemutakhiran berdasarkan kondisi masyarakat terkini.
Gus Ipul menegaskan pemerintah ingin membangun sistem data yang terbuka dan melibatkan masyarakat. Konsolidasi melalui satu pengelola data diharapkan membuat penyaluran bantuan semakin akurat dan tepat sasaran.
