Furnitur Indonesia Bidik Pasar Korea Selatan Lewat KOFURN 2026
RBN || Seoul, Korea Selatan
Indonesia memperkuat peluang pasar internasional bagi produk furnitur dan interior melalui keikutsertaan dalam Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2026 di Korea Selatan. Pameran yang berlangsung di KINTEX, Gyeonggi, pada 27–30 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia. Melalui ajang ini, Indonesia memperkenalkan produk furnitur nasional yang memiliki nilai tambah dan daya saing global.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul bersama Kementerian Perdagangan RI menghadirkan Paviliun Indonesia dengan melibatkan 13 perusahaan furnitur terkurasi. Para pelaku usaha tersebut menampilkan berbagai produk unggulan yang mengedepankan kualitas bahan, inovasi desain, serta konsep produksi berkelanjutan. Kehadiran Indonesia di KOFURN 2026 diharapkan mampu membuka akses pasar baru bagi industri furnitur nasional.
Tidak hanya melakukan promosi produk, Indonesia juga memanfaatkan KOFURN 2026 sebagai wadah memperkuat hubungan bisnis. Melalui sesi business matching, perusahaan Indonesia dipertemukan dengan 16 calon mitra dan pembeli dari Korea Selatan. Pertemuan tersebut membahas peluang ekspor, distribusi, pengembangan desain, hingga kerja sama industri jangka panjang.
Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam KOFURN 2026 merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang berorientasi pada hasil nyata. Menurutnya, promosi produk nasional harus diarahkan pada terciptanya hubungan bisnis yang berkelanjutan. Indonesia tidak hanya ingin memperkenalkan produk, tetapi juga membangun citra furnitur nasional yang semakin kuat di pasar internasional.
Paviliun Indonesia menampilkan berbagai produk dengan material khas Nusantara, seperti kayu jati dan rotan. Produk tersebut mengusung konsep keberlanjutan melalui penggunaan bahan daur ulang, desain knock down, serta proses produksi yang lebih efisien. Pendekatan tersebut menunjukkan kemampuan industri furnitur Indonesia dalam mengikuti kebutuhan pasar global.
Daya saing furnitur Indonesia di Korea Selatan juga semakin terbuka melalui kerja sama Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). Kerja sama tersebut memberikan fasilitas tarif bea masuk hingga nol persen bagi berbagai produk furnitur Indonesia. Melalui KOFURN 2026, Indonesia berharap sektor furnitur semakin dikenal dunia dan mampu memperkuat posisi dalam rantai industri internasional.
