RBN || Nganjuk
Seorang pria asal Kauman, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bernama M Eka Sandy atau Nano Agata (36), mengaku berhasil menuntaskan perjalanan dengan berjalan kaki dari Indonesia menuju Makkah. Perjalanan tersebut dimulai dari Surabaya pada 8 Maret 2025 dan berakhir saat ia tiba di Makkah pada 6 November 2025, setelah melintasi 11 negara dalam waktu sekitar 16 bulan.
Pada awal keberangkatan, Eka Sandy ditemani dua rekannya, Adit dan Besti. Namun, satu per satu rekannya memutuskan kembali ke Indonesia. Saat tiba di Karawang, salah satu rekannya pulang, kemudian rekannya yang lain menyusul kembali saat mereka berada di Lampung Selatan. Sejak itu, Eka Sandy melanjutkan perjalanan seorang diri hingga mencapai Tanah Suci.
Eka Sandy mengaku hanya membawa uang sebesar Rp1,7 juta sebagai bekal. Ketika tiba di Lampung Selatan, sisa uangnya tinggal Rp20 ribu. Meski demikian, ia tidak pernah berniat menghentikan perjalanan karena banyak orang yang membantunya selama di perjalanan.
Selama menempuh perjalanan lintas negara, Eka Sandy menghadapi berbagai kendala, terutama saat mencari tempat menginap dan makanan halal di beberapa negara seperti Vietnam, Laos, dan China. Untuk bertahan, ia mengaku sering membeli mi instan yang mudah ditemukan di berbagai tempat.
Setelah menunaikan ibadah umrah, Eka Sandy menetap di Makkah selama sekitar empat bulan tiga minggu. Ia sempat berencana kembali ke Surabaya dengan pesawat, tetapi membatalkan rencana tersebut karena harga tiket yang mahal akibat konflik di Timur Tengah. Akhirnya, ia terbang dari Jeddah ke Thailand, lalu kembali melanjutkan perjalanan darat dengan berjalan kaki hingga Malaysia. Di Malaysia, ia memperoleh hadiah sebuah sepeda dari seorang ustaz sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan bertemu kembali dengan anak serta ibunya di Nganjuk.
Sumber: Detik News











