RBN || Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyoroti kondisi petani di Indonesia yang menurutnya kini banyak beralih status menjadi buruh tani akibat tidak lagi memiliki lahan pertanian. Ia menilai kondisi tersebut menjadi bukti perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada petani.
Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Dalam pemaparannya, Zulhas membandingkan kondisi pertanian Indonesia pada masa lalu dengan situasi saat ini. Menurutnya, Indonesia pernah mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung pada impor, sementara pada beberapa tahun terakhir berbagai komoditas seperti beras, gula, hingga kedelai masih didatangkan dari luar negeri.
Zulhas menyebut sekitar 70 persen petani Indonesia kini telah berubah menjadi buruh tani. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan yang selama ini lebih berfokus menjaga inflasi, sehingga harga gabah kerap ditekan dan membuat petani mengalami kerugian. Akibatnya, banyak petani terpaksa menjual lahan pertanian mereka.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani. Zulhas mengaku memahami persoalan tersebut karena berasal dari keluarga petani dan telah mempelajari berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.
Lebih lanjut, Zulhas mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan terus berpihak kepada petani dan nelayan. Menurutnya, keberpihakan terhadap pelaku sektor pangan merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui berbagai kebijakan pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa pengendalian inflasi tetap penting, namun tidak boleh mengorbankan kesejahteraan petani. Pemerintah, kata Zulhas, akan mencari langkah lain dalam menjaga stabilitas ekonomi tanpa mengabaikan hak dan penghidupan para petani serta nelayan.
Sumber: Detik News











