Polisi Ungkap Hubungan Menantu dan Eksekutor Pembunuhan Lansia di Riau, Motif Sakit Hati dan Harta

  • Share
Foto: Detik News

RBN || Pekanbaru

Kasus pembunuhan sadis terhadap lansia bernama Dumaris di Rumbai, Pekanbaru, mulai menemukan titik terang setelah polisi mengungkap adanya hubungan keluarga antara otak pelaku dan korban. Dari hasil penyelidikan, salah satu tersangka berinisial AF diketahui merupakan menantu korban, yang diduga menjadi dalang di balik aksi perampokan disertai pembunuhan tersebut.

Polisi menjelaskan bahwa AF tidak beraksi sendiri, melainkan melibatkan beberapa orang lain sebagai eksekutor di lapangan. Dalam rekaman CCTV, terlihat AF datang ke rumah korban dengan berpura-pura sebagai tamu, bahkan sempat menyalami korban sebelum pelaku lain masuk dan melakukan kekerasan menggunakan balok kayu hingga korban meninggal dunia.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta menyebut bahwa keterlibatan menantu menjadi kunci utama dalam pengungkapan kasus ini. “AF menantu korban dari anak pertama,” ungkapnya, menegaskan adanya relasi keluarga yang justru dimanfaatkan untuk melancarkan aksi kejahatan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap motif pelaku tidak hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga dilatarbelakangi rasa sakit hati. Pelaku mengaku kerap dimarahi korban saat masih tinggal bersama, sehingga muncul niat untuk menguasai harta benda korban sekaligus melampiaskan emosi. “Motif ekonomi, ingin menguasai harta korban,” ujar Muharman, seraya menambahkan adanya unsur sakit hati dalam pengakuan tersangka.

Saat ini, polisi telah menangkap empat pelaku di lokasi berbeda, termasuk di luar Provinsi Riau, dan masih mendalami peran masing-masing dalam kasus tersebut. Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena melibatkan hubungan keluarga dekat, sekaligus menunjukkan bahwa konflik personal yang tidak terselesaikan dapat berujung pada tindakan kriminal yang sangat tragis.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *