879 Warga Jakarta Pusat Terima Ijazah Melalui Program Tebus Ijazah
RBN || Jakarta
Sebanyak 879 warga dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat menerima bantuan melalui program Tebus Ijazah tahap II 2026. Penyerahan secara simbolis dilakukan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (30/10).
Program yang bekerja sama dengan Baznas Bazis tersebut menyasar warga kurang mampu yang masih memiliki ijazah tertahan di sekolah karena kendala ekonomi. Dari total 2.810 ijazah yang ditargetkan selesai tahun ini, sebanyak 879 ijazah telah dituntaskan pada tahap kedua.
Arifin mengatakan, penyerahan ijazah kepada warga dilakukan secara bertahap. Sebanyak 200 penerima diundang untuk mengambil ijazah mereka pada kegiatan simbolis, sementara penerima lainnya akan mendapatkan ijazah dalam beberapa hari berikutnya.
“Ijazah bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan bukti perjuangan, kerja keras dan kunci pembuka berbagai peluang masa depan,” ujar Arifin menyampaikan pesan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Salikun menjelaskan, 879 ijazah tersebut terdiri atas 209 ijazah SMK, 126 SMA, 401 SMP, 70 SD, dan 73 PKBM. Program tersebut didukung alokasi anggaran sebesar Rp1,259 miliar melalui sinergi Pemprov DKI Jakarta dan Baznas Bazis.
Bagi penerima, pengembalian ijazah membuka kesempatan baru untuk melanjutkan kehidupan. Agustini mengaku bersyukur karena ijazah yang sebelumnya tertahan akibat keterbatasan ekonomi kini dapat digunakan untuk mencari pekerjaan dan membantu keluarganya.
“Kesempatan menerima ijazah yang tertunda merupakan kebahagiaan dan harapan baru untuk mencari pekerjaan dan membantu keluarga,” tandasnya.


