334 Tenant Dipindahkan Sementara Selama Blok M Direvitalisasi
RBN || Jakarta
Sebanyak 334 tenant yang saat ini beraktivitas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, akan dipindahkan sementara selama proses revitalisasi kawasan berlangsung. PT MRT Jakarta memastikan para tenant tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya selama pembangunan.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan proses transisi terhadap seluruh tenant akan dilakukan sebelum pembangunan dimulai. Tenant akan dipindahkan ke lokasi sementara yang telah disiapkan agar aktivitas perdagangan tidak terhenti.
“Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat posisinya. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi itu,” ujar Tuhiyat saat peluncuran konsep desain transformasi kawasan Blok M fase Ultimate di Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Selain aktivitas tenant, layanan transportasi umum juga akan tetap berjalan selama revitalisasi. Tuhiyat memastikan operasional Transjakarta tidak akan dihentikan dan pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah, terutama Dinas Perhubungan, untuk mengatur skema transportasi selama pembangunan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan revitalisasi tidak boleh membuat aktivitas di Blok M berhenti. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki karakter tersendiri dan menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat, terutama anak muda.
“Yang jelas, sebelum nanti dijawab oleh Pak Dirut, Blok M nggak boleh berhenti. Blok M nggak boleh napasnya itu tidak tersambungkan,” kata Pramono.
Dalam revitalisasi fase Ultimate, MRT Jakarta menyiapkan lima perubahan utama di kawasan Blok M, yakni revitalisasi terminal, pengembangan kawasan mixed use, peningkatan aksesibilitas dan integrasi, pembangunan destinasi komersial baru, serta penyediaan ruang terbuka publik.
Sumber: Detik News


