15 Kerja Sama Strategis DKI Perkuat Transportasi Hijau dan Layanan Publik

RBN || Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi antarlembaga melalui penandatanganan 15 dokumen kerja sama strategis antara BUMD, BUMN, dan perangkat daerah di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10). Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, pembiayaan perumahan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan hingga transportasi publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan layanan sekaligus memperkuat kinerja perusahaan daerah. Salah satu agenda utama adalah elektrifikasi armada Transjakarta yang mendapat dukungan pembiayaan sekitar Rp5,07 triliun untuk tiga tahun ke depan.

Pemprov DKI menargetkan seluruh 3.782 armada Transjakarta beralih ke kendaraan listrik, hidrogen, atau hybrid pada 2029. Saat ini, sebanyak 500 bus listrik telah beroperasi dan elektrifikasi terus didorong sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi udara Jakarta.

Selain transportasi, kerja sama juga mencakup pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di sekitar jalur MRT dan Transjakarta dengan nilai sekitar Rp396 miliar. Pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas juga masuk dalam kesepakatan dengan nilai pembiayaan Rp220 miliar.

Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menyebut hingga triwulan III 2026 telah terjalin 52 kerja sama strategis senilai Rp4,5 triliun. Kerja sama tersebut terdiri atas 27 sinergi BUMD-BUMN senilai Rp2,4 triliun dan 25 kerja sama antar-BUMD senilai Rp2,1 triliun.

Melalui berbagai kolaborasi tersebut, Pemprov DKI berupaya memperluas sinergi antarlembaga sekaligus menghadirkan layanan publik yang semakin terintegrasi, termasuk transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *