Gebrak Pagi Dikerahkan di 90 Titik untuk Atasi Kemacetan Jakarta

RBN || Jakarta

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengerahkan 595 personel dalam Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) di 90 titik prioritas, Senin (12/10). Program tersebut difokuskan untuk memperkuat pengaturan lalu lintas, terutama di kawasan yang terdampak pekerjaan konstruksi.

Jumlah personel Gebrak Pagi digabung dengan 825 petugas pengaturan lalu lintas rutin sehingga total mencapai 1.420 personel. Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin turut memantau pelaksanaan di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, yang sejumlah lajurnya terdampak pekerjaan proyek strategis nasional.

Budi mengatakan kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan dan merespons hambatan lalu lintas. Menurutnya, kemacetan tidak dapat diselesaikan dalam satu waktu, tetapi pengaturan langsung di jalan dapat membantu membuat perjalanan masyarakat lebih baik.

Gebrak Pagi dilaksanakan setiap Senin, Selasa, dan Kamis pukul 06.30–08.00 WIB. Pelaksanaan tersebut mengacu pada hasil pemantauan volume kendaraan di 48 ruas jalan selama Juli hingga September 2026 yang menunjukkan kepadatan lebih tinggi pada ketiga hari tersebut, terutama pukul 07.00–08.00 WIB.

Program ini juga melibatkan Anastasia Putri atau Mpok Caca sebagai Duta Dishub untuk Keselamatan dan Ketertiban Berlalu Lintas. Selain membantu pengaturan, kehadirannya dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat agar menaati rambu, tidak berhenti sembarangan, dan mengikuti arahan petugas.

Dishub DKI Jakarta akan melakukan evaluasi untuk melihat efektivitas program sekaligus menentukan kemungkinan penambahan titik, hari pelaksanaan, maupun jumlah personel. Melalui Gebrak Pagi, Dishub mengajak seluruh pengguna jalan turut menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *