Wali Ajak Ribuan Penonton Synchronize Fest 2026 Berdoa untuk Korban Karhutla dan Palestina
RBN || Jakarta
Penampilan grup band Wali di Synchronize Fest 2026 menghadirkan momen penuh kepedulian ketika para personelnya mengajak penonton berdoa bersama. Di tengah kemeriahan festival musik, Wali menyampaikan doa bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta rakyat Palestina.
Momen tersebut berlangsung di panggung Dynamic, Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10/2026), pada hari kedua penyelenggaraan festival. Wali yang beranggotakan Faank, Apoy, Tomi, dan Ovie menyisipkan pesan kemanusiaan di sela penampilan mereka.
Sebelum memanjatkan doa, vokalis Wali, Faank, mengajak seluruh penonton untuk beristigfar dan merenungkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Perhatian khusus diberikan kepada warga yang mengalami kesulitan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Ya Allah, berikan kekuatan untuk saudara-saudara kami yang sampai hari ini masih merasakan sesaknya napas. Ya Allah, sadarkan orang-orang yang bakar hutan ya Allah. Berikan mereka hidayah ya Allah. Ya Rasulullah, terima kasih sudah ngumpulin kami di sini ya Rasulullah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Faank kembali memohon agar masyarakat yang terdampak pencemaran udara diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi kondisi yang sulit. Doa itu sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang aktivitas dan kesehatannya terganggu akibat kabut asap karhutla.
Tidak hanya menyoroti persoalan lingkungan di dalam negeri, Wali juga mengajak penonton memberikan perhatian kepada rakyat Palestina yang masih menghadapi konflik. Faank menyampaikan doa bagi masyarakat Palestina dan berulang kali menyerukan harapan agar Palestina memperoleh kemerdekaan.
Pesan kemanusiaan tersebut menjadi bagian tersendiri dalam penampilan Wali di tengah rangkaian hiburan Synchronize Fest 2026. Melalui panggung musik, grup band tersebut memanfaatkan kesempatan untuk mengajak penonton menunjukkan empati kepada sesama yang sedang menghadapi penderitaan.
Penampilan Wali memperlihatkan bahwa festival musik juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan sosial dan kepedulian kemanusiaan. Ajakan berdoa tersebut menjadi pengingat pentingnya solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana maupun konflik di berbagai wilayah.
Sumber: Berita Satu


