STAH Dharma Nusantara Gelar Dies Natalis XXXII dan Wisuda, Dorong Penguatan Pendidikan Hindu

RBN || Jakarta

Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta menggelar Dies Natalis XXXII sekaligus Wisuda XXIV Program Studi S1 Pendidikan Agama Hindu dan Wisuda XI Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Hindu Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung BKOW, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu (4/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi STAH Dharma Nusantara Jakarta untuk menegaskan komitmen dalam mengembangkan pendidikan tinggi Hindu sekaligus meningkatkan kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia.

Staf Kementerian Agama Republik Indonesia, Hj. Gugun Gumilang, dalam orasinya menekankan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus disertai pembangunan manusia yang cerdas, sejahtera, sehat, dan rukun.

“Pendidikan adalah kunci kemajuan negara,” tegas Gugun.

Pada wisuda tahun ini, sebanyak 38 wisudawan hadir dari total 42 wisudawan yang seharusnya mengikuti prosesi. Para wisudawan terdiri atas 21 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Hindu (PAH) dan 17 lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu (IKH).

Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, M.Si., menyampaikan rasa bangga atas capaian institusi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu telah memperoleh predikat Baik Sekali, sedangkan Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu memperoleh predikat Unggul.

STAH Dharma Nusantara Jakarta juga menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu dengan predikat Unggul.

Selain itu, STAH Dharma Nusantara Jakarta terus mengembangkan pendidikan pada jenjang magister. Program Magister S2 mulai dijalankan pada 24 Juli 2026 dengan jumlah 14 mahasiswa. Kurniasari menjelaskan bahwa pengembangan kampus dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan sistem internal dan akademik hingga pengembangan kerja sama eksternal dengan perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama.

STAH Dharma Nusantara Jakarta juga mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam kegiatan berskala nasional. Kampus tersebut direncanakan menjadi pelaksana kegiatan nasional yang melibatkan perguruan tinggi Hindu, termasuk lima STAH di Indonesia.

Dalam pengembangan institusi, STAH Dharma Nusantara Jakarta menargetkan pembukaan satu program studi baru dalam dua tahun ke depan. Sementara itu, dalam kurun waktu sepuluh tahun, kampus diharapkan dapat berkembang menjadi institut.

Di tengah perayaan Dies Natalis dan wisuda, kegiatan tersebut juga diwarnai suasana duka atas kepergian dua mahasiswa, Galih Dharma Putra dari Lampung dan Ditya Agustya dari Pekalongan. Keduanya dikenang sebagai bagian dari keluarga besar STAH Dharma Nusantara Jakarta dan aktif dalam kegiatan kampus, termasuk BEM, paduan suara dan tari.

“Hari ini cukup senang dan berduka karena wisuda. Namun di sisi lain kami kehilangan dua orang yang sangat hangat untuk kami,” ujar Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari sebagai Ketua STAH DNJ.

Kurniasari juga berpesan kepada para wisudawan untuk terus menjaga nama baik almamater setelah menyelesaikan pendidikan.

“Terus menjaga nama baik almamater. Apa pun karma dan peran yang akan dilalui, tetaplah kembali ke kampus tercinta STAH DNJ. Tidak ada kampus yang menyenangkan selain kampus yang solid. Kampus itu seperti ibu, tempat belajar dan berproses,” pesannya.

Sementara itu, perwakilan Pengurus Yayasan Dharma Nusantara, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Sang Nyoman Suwisma, turut menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis XXXII serta pelaksanaan Wisuda XXIV S1 Pendidikan Agama Hindu dan Wisuda XI S1 Ilmu Komunikasi Hindu STAH Dharma Nusantara Jakarta Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M. Si menyampaikan harapan agar STAH Dharma Nusantara Jakarta dapat membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Harapan saya, STAH DNJ dapat berkoordinasi dengan Direktur untuk membuka program RPL. Dengan demikian, tokoh dan pinandita di daerah yang ingin memperdalam pendidikan agama Hindu tidak perlu datang ke Jakarta. Kami juga akan berjuang agar tersedia beasiswa bagi mereka untuk menempuh pendidikan di STAH DNJ,” ujar Dirjen Bimas Hindu.

Program tersebut dinilai dapat memperluas akses pendidikan bagi tokoh-tokoh agama Hindu di berbagai daerah sehingga tidak harus datang ke Jakarta untuk mendapatkan pendidikan agama Hindu.

Ia juga mendorong STAH Dharma Nusantara Jakarta mengambil peran dalam memberikan pendidikan bagi para tokoh dan pinandita Hindu di daerah serta memperjuangkan dukungan beasiswa.

Rangkaian Dies Natalis XXXII dan wisuda ini menjadi momentum bagi STAH Dharma Nusantara Jakarta untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, memperluas kerja sama, serta meningkatkan kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan Hindu di Indonesia.

 

Reportase: Putu Maya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *