Sesdilu Internasional 2026 Perkuat Diplomasi Ekonomi Negara Global South
RBN || Jakarta
Staf Ahli Bidang Manajemen Kementerian Luar Negeri RI Acep Somantri membuka Sesdilu Internasional 2026, Senin (19/10). Pelatihan diplomatik selama 23 hari tersebut diikuti diplomat tingkat menengah dari Gambia, Somalia, Mongolia, dan Myanmar.
Program yang berlangsung hingga 7 November 2026 ini diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemlu RI bersama Indonesian Aid (LDKPI). Sebanyak delapan diplomat berpangkat minimal Sekretaris Kedua atau setara mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Mengusung tema “Strengthening Economic Cooperation and Sustainable Partnerships through Inclusive Diplomacy”, pelatihan bertumpu pada penguatan kerja sama ekonomi, diplomasi inklusif, dan kemitraan berkelanjutan. Peserta mendapatkan materi melalui kelas, diskusi panel, serta simulasi mengenai mediasi, diplomasi ekonomi, ASEAN, diplomasi multilateral, dan diplomasi kesehatan global.
Rangkaian program juga dilengkapi kunjungan lapangan ke Cirata Floating Solar Power Plant, PT KAI, Bio Farma, PT Dirgantara Indonesia, dan KEK Kendal. Kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan kebijakan sekaligus pengembangan kapasitas industri di Indonesia.
Acep menegaskan bahwa pengembangan kapasitas diplomat merupakan investasi strategis dalam membangun kemitraan setara dengan negara-negara Global South. “Kami tidak menawarkan model untuk ditiru. Kami menawarkan pengalaman untuk dibagi, dan kami berharap belajar dari pengalaman Anda,” ujarnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif serta Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular. Acep juga mengingatkan bahwa diplomasi diarahkan untuk menemukan titik temu yang dapat menciptakan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Direktur Sesdilu Tubagus Edwin Suchranudin merangkum semangat program melalui tiga kata, yakni Learn. Link. Last. “Belajar dari Indonesia dan satu sama lain, terhubung lintas batas, kawasan, dan budaya, serta membangun kemitraan yang bertahan lama,” katanya.
Pada akhir pelatihan, peserta akan menyusun Policy Reflection Note mengenai potensi kerja sama negara asal dengan Indonesia. Mereka juga akan bergabung dalam jaringan alumni Sesdilu untuk menjaga komunikasi dan peluang kerja sama lintas kawasan secara berkelanjutan.


