Science Film Festival 2026 Dorong Pelajar Bijak Menggunakan AI

RBN || Jakarta

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pelajar mengenal kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) sekaligus menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab melalui Science Film Festival 2026. Festival yang diinisiasi Goethe-Institut tersebut resmi dibuka di Jakarta, Selasa (6/10).

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan Program STEM Nasional “Berani Mencoba, Kreatif Mencipta”. Menurutnya, film dan eksperimen dalam festival dapat memantik ide kreatif pelajar untuk mencoba, mengembangkan, serta menguji hal-hal yang mereka temukan.

Pendekatan STEM mendorong guru mengaitkan pembelajaran dengan persoalan nyata melalui kegiatan menyelidiki, bereksperimen, merancang, menguji, dan memperbaiki solusi. Maila mengajak pelajar membawa pertanyaan yang muncul selama festival ke sekolah untuk didiskusikan dan dikembangkan bersama.

Direktur Goethe-Institut kawasan Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel, mengatakan AI kini memengaruhi industri, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan terkait data, transparansi, keadilan, serta dampak lingkungan akibat kebutuhan energi komputasi.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste turut mengingatkan pentingnya berpikir kritis karena AI dapat membantu manusia, tetapi juga menghasilkan informasi keliru dan digunakan untuk manipulasi. Pengguna perlu mampu membedakan informasi yang nyata, direkayasa, maupun dimanipulasi.

Science Film Festival 2026 merupakan penyelenggaraan ke-17 di Indonesia dan berlangsung secara hybrid pada 6 Oktober hingga 14 November 2026. Festival menjangkau pelajar SD hingga SMA di 70 kabupaten/kota dengan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara serta berbagai eksperimen.

Peserta SMA Negeri 3 Pandeglang Tubagus Muhammad Nazril Ardari mengaku mendapat pengetahuan baru mengenai cara kerja, manfaat, dan risiko AI. Pengalaman tersebut membuatnya terdorong menggunakan AI secara lebih bijak.

Melalui festival ini, Kemendikdasmen dan Goethe-Institut berharap pelajar semakin memiliki rasa ingin tahu, kreativitas, keberanian mencoba, dan kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *