Revitalisasi Sekolah di Bali Dipercepat, 401 Satuan Pendidikan Diperbaiki pada 2026
RBN || Jakarta
Pemerintah terus mempercepat revitalisasi satuan pendidikan untuk memastikan peserta didik memperoleh ruang belajar yang layak, aman, dan nyaman. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik di berbagai daerah.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat diselesaikan paling lambat pada 2029. Kebijakan ini diharapkan mengakhiri kondisi peserta didik yang masih harus belajar di ruang kelas dengan bangunan yang tidak aman.
Percepatan revitalisasi juga terlihat di Provinsi Bali. Pada 2025, program tersebut menjangkau 188 sekolah, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 401 satuan pendidikan.
Salah satu penerima manfaat adalah SD Negeri 15 Dangin Puri, Kota Denpasar. Sebelum revitalisasi, salah satu ruang kelas di lantai tiga mengalami kerusakan akibat kondisi bangunan yang terdampak hujan dan angin.
Setelah diperbaiki, kondisi ruang kelas menjadi lebih rapi dan bersih sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik. Perubahan lingkungan sekolah tersebut juga diharapkan meningkatkan semangat siswa mengikuti pembelajaran.
Dampak serupa dirasakan TK Indraprasta Kuta, Kabupaten Badung, yang berdiri sejak 1975. Sekolah tersebut sebelumnya menghadapi sejumlah persoalan, seperti atap bocor, dinding rapuh, serta kerusakan akibat banjir dan rayap.
Melalui revitalisasi 2026, enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu toilet, dan taman bermain mendapatkan perbaikan. Selain meningkatkan kelayakan fasilitas pendidikan, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai revitalisasi sekolah memiliki manfaat berlapis karena meningkatkan kualitas satuan pendidikan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Pemerintah menegaskan pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan bangunan, tetapi juga peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan, revitalisasi diharapkan menghadirkan ruang belajar yang aman dan mendukung generasi Indonesia berkembang meraih cita-cita.


