Revitalisasi Sekolah Bali Hadirkan Ruang Belajar Lebih Aman dan Nyaman
RBN || Bali
Perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi mulai mengubah kondisi sejumlah satuan pendidikan di Bali yang sebelumnya menghadapi kerusakan bangunan dan persoalan banjir. SD Negeri 15 Dangin Puri dan TK Indraprasta Kuta menjadi contoh sekolah yang kini memperoleh fasilitas belajar lebih layak setelah mendapatkan revitalisasi pada 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi satuan pendidikan di Bali mengalami peningkatan dari 188 sekolah pada 2025 menjadi 401 sekolah pada 2026. Program tersebut tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.
Di SD Negeri 15 Dangin Puri, guru Ni Gusti Ayu Trisna Dewi menceritakan kondisi sekolah sebelum diperbaiki, termasuk ruang kelas lantai tiga yang pernah roboh akibat hujan dan angin. Setelah revitalisasi, ruang kelas menjadi lebih rapi dan bersih sehingga murid semakin bersemangat mengikuti pembelajaran serta menghias kelas dengan karya mereka.
Salah seorang siswa kelas V, Kanaya, mengaku senang dengan perubahan tersebut dan merasa lebih bersemangat belajar bersama teman-temannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti atas perbaikan fasilitas sekolah.
Kondisi serupa dialami TK Indraprasta Kuta, Badung, yang berdiri sejak 1975 dan menempati lokasi sekarang sejak 1989. Sebelum revitalisasi, sekolah menghadapi atap bocor, dinding rapuh, kusen rusak akibat rayap, serta banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa yang terjadi sekitar dua kali setahun.
Pada 2026, TK Indraprasta Kuta mendapat rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu toilet, serta penataan taman bermain yang rusak akibat banjir. Kepala sekolah Wayan Leniasih bersama seluruh warga sekolah berkomitmen menjaga dan merawat fasilitas serta perabotan yang telah diperbaiki.


