Presiden Komisi Eropa Kecam Serangan Houthi di Bandara Riyadh
RBN || Brussels
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengecam serangan terbaru kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk “eskalasi berbahaya” yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Melalui unggahan di platform media sosial X pada Minggu (11/10/2026), von der Leyen menyebut serangan tersebut sebagai yang paling mematikan terhadap bandara itu sejauh ini.
“Serangan Houthi paling mematikan sejauh ini terhadap Bandara Riyadh menandai eskalasi berbahaya,” kata von der Leyen.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menegaskan dukungan Uni Eropa kepada Arab Saudi.
“Doa kami bersama para korban dan keluarga mereka,” ucapnya, seraya menyampaikan solidaritas kepada Arab Saudi dan rakyatnya.
Menurut von der Leyen, serangkaian serangan yang terjadi tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga memperbesar risiko ketidakstabilan di Timur Tengah.
“Serangan yang dilakukan oleh proksi Iran ini mendorong kawasan tersebut ke dalam pusaran kekerasan,” katanya.
Selain dampak terhadap keamanan regional, von der Leyen menyoroti ancaman serangan terhadap infrastruktur strategis yang memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi dan konektivitas internasional.
“Serangan-serangan tersebut mengganggu simpul-simpul penting transportasi dan energi global, serta menimbulkan dampak berantai yang dirasakan di seluruh dunia,” tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya menghentikan kekerasan, terutama serangan yang membahayakan warga sipil. Seruan tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah konflik semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat internasional.
Pernyataan von der Leyen menegaskan kekhawatiran Uni Eropa terhadap meningkatnya ancaman keamanan di kawasan, khususnya ketika serangan menyasar fasilitas penting yang terhubung dengan jaringan transportasi dan energi global.
Sumber: Antara News


