Pramono Anung Isyaratkan Penambahan Sekolah Swasta Gratis di Jakarta
RBN || Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sinyal bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menambah jumlah sekolah swasta yang mengikuti program sekolah gratis. Penambahan tersebut direncanakan dalam jumlah signifikan, menyusul proses finalisasi pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Pramono setelah memimpin rapat bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat dan Kecamatan Tanah Abang di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Kamis (5/11/2026). Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini rencana penambahan sekolah swasta gratis masih dalam tahap pembahasan dan menunggu keputusan bersama DPRD DKI Jakarta.
Pramono belum bersedia menyampaikan jumlah pasti sekolah yang akan ditambahkan karena proses pembahasan belum selesai. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut akan diumumkan kepada masyarakat setelah memperoleh persetujuan resmi.
“Saya enggak menyebutkan, tapi memang sekarang ini sedang finalisasi dengan DPRD untuk sekolah gratis. Nanti kalau sudah diketok baru akan kami sampaikan kepada publik,” kata Pramono.
Meskipun belum mengungkapkan jumlah tambahan sekolah, Pramono memastikan bahwa penambahan peserta program sekolah swasta gratis akan dilakukan secara signifikan. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan sebanyak 103 sekolah swasta sebagai pelaksana program tersebut, kemudian menambah 50 sekolah.
“Kalau dulu kan 103, kemudian tambah 50, tapi ini akan ada penambahan yang signifikan. Nanti setelah diputuskan, saya akan baru sampaikan kepada publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono meminta masyarakat untuk menunggu hingga proses pembahasan bersama DPRD DKI Jakarta selesai. Setelah keputusan resmi ditetapkan, Pemprov DKI Jakarta akan mengumumkan jumlah sekolah swasta yang memperoleh kesempatan untuk mengikuti program pendidikan gratis tersebut.
Penambahan sekolah swasta dalam program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Jakarta, khususnya peserta didik yang membutuhkan alternatif pendidikan tanpa terbebani biaya sekolah.
Sumber: detikNews


