Pertanian Jadi Strategi Pemerintah Percepat Pengentasan Kemiskinan

RBN || Jakarta

Kementerian Pertanian bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian. Strategi tersebut diarahkan agar masyarakat semakin produktif, mampu mengembangkan usaha, dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.

Komitmen itu dibahas Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Gus Imin bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kalibata 10, Jakarta, Senin (19/10/2026). Pembahasan mencakup pengembangan komoditas unggulan, penguatan produksi, hilirisasi, hingga pemasaran sebagai satu ekosistem pemberdayaan.

Gus Imin menilai pemberdayaan merupakan pendekatan penting untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap subsidi. “Penanggulangan kemiskinan yang paling efektif dan tepat adalah melalui pemberdayaan,” ujar Gus Imin.

Pemerintah telah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai lokus prioritas penanggulangan kemiskinan. Penentuan wilayah percontohan akan mempertimbangkan tingkat kebutuhan, potensi daerah, serta ketersediaan anggaran.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain cabai, singkong, kopi, dan peternakan ayam. Pengembangan komoditas tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah agar mampu menciptakan aktivitas ekonomi produktif.

Gus Imin menegaskan, pemberdayaan tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi, tetapi harus dilanjutkan dengan pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran. Ia mencontohkan hilirisasi kelapa yang dikembangkan Kementan hingga menghasilkan produk bernilai tambah dan menembus pasar ekspor.

Mentan Amran menilai pengentasan kemiskinan melalui pertanian membutuhkan ekosistem yang melibatkan pemerintah, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Kalau kita berdua ketemu, enggak akan selesai. Tapi kalau kita bangun ekosistemnya, mulai dari keunggulan komparatif, kolaborasi, pemberdayaan, dan hulu-hilir, ujungnya ekosistem terbangun,” katanya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan usaha, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan keterhubungan sektor hulu hingga hilir, pertanian ditargetkan menjadi penggerak pengentasan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *