Kepala BRAN dan Mentrans Bahas Penataan Lahan Transmigrasi untuk Kesejahteraan Rakyat
RBN || Jakarta
Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Dedi Prasetyo, bertemu dengan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut membahas penataan lahan transmigrasi, penyelesaian konflik agraria, serta pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanah secara produktif.
Dedi menegaskan bahwa reforma agraria tidak hanya berfokus pada pemberian akses terhadap tanah, tetapi juga harus disertai pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola lahan dan meningkatkan kesejahteraan. “Tanah harus menjadi sumber penghidupan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Dedi dalam keterangan yang diterima pada Rabu (21/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula upaya menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan usaha dan potensi daerah. Kepastian hukum atas status lahan dan sertifikasi juga menjadi perhatian agar pemanfaatan tanah oleh masyarakat maupun dunia usaha memiliki dasar hukum yang jelas.
Berdasarkan data yang disampaikan Menteri Transmigrasi, luas lahan transmigrasi mencapai sekitar 3,1 juta hektare, dengan 2,7 juta hektare di antaranya disebut telah diberikan kepada masyarakat. Sementara itu, sebagian lahan lainnya masih memerlukan penelusuran status dan penyelesaian administrasi.
Selain itu, pertemuan membahas persoalan tumpang tindih lahan di Natuna, keberadaan 79 sumur minyak dan gas Pertamina di kawasan transmigrasi, serta kebutuhan tambahan lahan. Dedi menekankan pentingnya koordinasi antarkementerian dan instansi terkait untuk memperkuat kepastian hukum, melindungi aset negara, serta memastikan lahan dapat dimanfaatkan secara produktif demi kesejahteraan masyarakat.
Sumber: detikNews


