Kementan dan UGM Kembangkan Kedelai Grobogan, Target 2.000 Hektare pada 2027

RBN || Jawa Tengah

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong pengembangan kedelai di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui kerja sama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Program tersebut ditargetkan mencapai 2.000 hektare pada 2027 dan berpeluang diperluas hingga 5.000 hektare dengan target produktivitas lebih dari 3 ton per hektare.

Kunjungan Mentan Amran ke Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM di Yogyakarta, Kamis (15/10), merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Rektor UGM pada Juni 2026. Kolaborasi mencakup riset, pengujian produktivitas, hingga perluasan areal tanam bersama petani.

“Alhamdulillah hari ini sudah membuahkan hasil, di mana produksi kedelai bisa minimal 2,6 sampai 3,2 ton. Tapi kami minta bila perlu di atas 3 ton,” ujar Amran.

Kementan telah menyiapkan anggaran Rp7,7 miliar pada 2026 untuk mendukung pengembangan kedelai bersama UGM. Amran menegaskan pemerintah akan terus mengawal program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi kedelai nasional.

“Tahun depan kami sudah tanda tangan kesepakatan dengan UGM, 2.000 hektare. Tapi kalau mampu 5.000, kami siapkan anggarannya,” katanya.

Dekan Fakultas Pertanian UGM Prof. Subejo mengatakan varietas kedelai yang dikembangkan berpotensi menghasilkan 3,6 ton per hektare. Namun, tanaman yang ditinjau belum memasuki panen sehingga produktivitas aktual masih akan ditentukan setelah masa panen.

Pengembangan selanjutnya direncanakan melibatkan kelompok tani di Grobogan dengan penerapan teknik budi daya yang disesuaikan kondisi lahan. PIAT UGM juga menampilkan benih kedelai bersertifikat dengan daya tumbuh hampir 99 persen.

Kerja sama Kementan dan UGM diharapkan memperkuat benih bermutu, teknologi budi daya, serta perluasan areal tanam melalui keterlibatan petani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *