Kebakaran Lahan di Sangatta Meluas Dekati Permukiman
RBN || Kutai Timur
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, semakin mengkhawatirkan setelah api mendekati permukiman. Hingga Minggu (8/11/2026) sore, petugas gabungan masih berupaya mengendalikan sejumlah titik kebakaran.
Kobaran api yang berlangsung sejak Sabtu (7/11/2026) membuat warga di sekitar Jalan Kenyamukan meningkatkan kewaspadaan. Sebagian penduduk bahkan diminta meninggalkan rumah untuk menghindari risiko terjebak api dan kepulan asap.
Namun, tidak semua warga bersedia mengungsi karena khawatir api merambat ke tempat tinggal mereka. Sejumlah penduduk memilih membantu pemadaman menggunakan peralatan sederhana, termasuk dahan pohon untuk memukul kobaran api.
Petugas dari pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, dan pemerintah kecamatan terus melakukan penanganan. Banyaknya titik kebakaran serta keterbatasan peralatan menjadi tantangan dalam mencegah api meluas.
Upaya pemadaman juga mendapat bantuan internasional melalui pengerahan pesawat Hercules C-130 dari Australia. Pesawat tersebut melakukan penyiraman air dari udara untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani petugas darat.
Pada Minggu sore, pesawat bantuan Australia dilaporkan melakukan empat kali penyiraman di wilayah Kutai Timur. Dukungan tersebut menjadi bagian dari operasi pemadaman karhutla yang berlangsung di Kalimantan Timur.
Sebelumnya, tim gabungan juga menangani kebakaran lahan gambut dan semak belukar di Jalan Padat Karya, Sangatta Utara. Area terdampak diperkirakan mencapai empat hingga lima hektare, dengan sejumlah titik berhasil dipadamkan pada Sabtu malam.
Meski sebagian lokasi telah berhasil dikendalikan, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Petugas terus memprioritaskan perlindungan permukiman dan keselamatan warga yang berada dekat kawasan terbakar.
Sumber: Berita Satu


