Hilirisasi Ikan KNMP Ketapang Tingkatkan Nilai Jual Hasil Nelayan

RBN || Lampung

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mendorong pengolahan ikan belo dan ikan selangat menjadi produk bernilai tambah. Komoditas yang sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp700–Rp1.000 per kilogram tersebut kini dapat dijual dalam bentuk fillet hingga Rp13.000–Rp14.000 per kilogram.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana mengatakan, ikan dari nelayan saat ini dihargai Rp2.000 per kilogram oleh offtaker sebelum diproses menjadi fillet. Menurutnya, peningkatan nilai tersebut menunjukkan potensi hilirisasi dalam memperkuat pendapatan masyarakat pesisir.

Pengolahan dilakukan di area penanganan cold storage KNMP Ketapang sehingga aktivitas tidak berhenti pada produksi perikanan di tingkat nelayan. Kegiatan tersebut sekaligus membuka lapangan kerja dengan melibatkan 11 perempuan yang merupakan istri nelayan sebagai tenaga kerja.

Selain menghasilkan fillet, KNMP Ketapang juga memanfaatkan bagian ikan yang tidak digunakan untuk konsumsi. Isi perut, tulang, dan kepala ikan diolah menjadi bahan baku tepung ikan dengan nilai jual sekitar Rp3.000–Rp4.000 per kilogram.

Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP Budi Yuwono mengatakan pemanfaatan limbah tersebut menunjukkan penerapan konsep zero waste dalam kegiatan pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, setiap bagian ikan dapat dimanfaatkan sehingga memberikan nilai ekonomi tambahan sekaligus mengurangi limbah.

Keberhasilan KNMP Ketapang diharapkan dapat menjadi contoh bagi kampung nelayan lainnya dalam mengembangkan hilirisasi sesuai potensi komoditas masing-masing. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *