Golkar Bidik Lebih Banyak Kursi di DPR, Mulai Konsolidasi buat Pemilu 2029

RBN || Jakarta

Partai Golkar mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029 melalui penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan kapasitas anggota legislatif, serta penyusunan strategi pemenangan berbasis wilayah.

Persiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota secara bersamaan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 26-27 September 2026 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan salah satu agenda utama partainya adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.

“Agenda utama Partai Golkar sesuai amanat Munas XI 2024 adalah meningkatkan perolehan kursi DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilu 2029,” kata Bahlil dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Selain mempersiapkan Pemilu 2029, Bahlil mengatakan Partai Golkar memiliki tugas untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan. Konsolidasi organisasi juga ditargetkan menjangkau tingkat terbawah, mulai dari desa, RW, hingga RT.

Sepanjang 2026, DPP Partai Golkar melaksanakan enam gelombang Bimtek berdasarkan wilayah pemenangan Pemilu. Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu PP Sumatera yang dilaksanakan di Batam dan Palembang, PP Jawa-Kalimantan di Yogyakarta dan Bandung, serta PP Indonesia Timur di Makassar dan Bali.

Bahlil menjelaskan Rakornis menjadi langkah awal partai dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029. Sementara Bimtek ditujukan untuk meningkatkan kapasitas anggota fraksi sekaligus memperkuat konsolidasi anggota legislatif Partai Golkar di seluruh Indonesia.

“Pelaksanaan Bimtek sengaja kita dorong ke daerah agar jauh lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan karakteristik wilayah pemenangan masing-masing. Kita ingin memastikan seluruh mesin organisasi dan anggota legislatif dari pusat hingga daerah berada dalam satu komando dan satu arah menuju kemenangan Pemilu 2029,” ujarnya.

Partai Golkar menargetkan konsolidasi organisasi hingga tingkat desa atau kelurahan dapat diselesaikan paling lambat 31 Desember 2026. Konsolidasi tersebut akan menjadi bagian dari persiapan strategi menghadapi Pemilu 2029.

Dalam kegiatan tersebut, Bahlil juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik publik sebagai bagian dari proses demokrasi. Ia meminta ruang kritik terhadap para menteri serta anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI dan DPRD tetap dibuka.

“Jangan takut pada kritik. Keterbukaan terhadap kritik publik adalah ruh dari demokrasi,” kata Bahlil.

Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan untuk menghasilkan kebijakan yang lebih responsif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *