Dipolisikan Nelayan, Bupati Sabu Raijua Bantah Lakukan Ancaman dan Kekerasan

RBN || Sabu Raijua

Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, membantah tuduhan mengancam dan mencekik nelayan bernama Rahul Adrianus Ratu (47). Krisman menyatakan kedatangannya menemui Rahul bertujuan mempertanyakan dugaan ancaman terhadap pekerja tambak garam.

Dikutip dari detikNews, Minggu (18/10/2026), insiden tersebut terjadi di Jalan Waduwala, Kecamatan Sabu Liae, pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 09.30 Wita. Krisman mengaku mendatangi Rahul setelah menerima laporan bahwa nelayan tersebut diduga mengancam petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta pekerja tambak garam.

Krisman menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan ancaman maupun kekerasan dalam peristiwa tersebut. Ia juga mempertanyakan dugaan pengrusakan tempat ritual yang disebut berkaitan dengan persoalan tambak garam.

Sementara itu, Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Natonis, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan terkait dugaan pencekikan dan pencengkeraman kerah baju Rahul oleh Krisman.

Polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan masih menyelidiki laporan tersebut untuk mendalami kejadian yang sebenarnya.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kebenaran atas dugaan ancaman dan kekerasan tersebut belum dipastikan oleh pihak kepolisian.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *