Demo Pelajar di Prancis Ricuh, 488 Orang Ditangkap dan 43 Aparat Terluka

RBN || Paris

Demo pelajar di berbagai wilayah Prancis pada Selasa (6/10/2026) berlangsung ricuh. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sebanyak 488 orang ditangkap dan 43 anggota aparat keamanan terluka dalam aksi yang diikuti sekitar 256.000 orang tersebut.

Sebagian besar aksi berlangsung damai. Namun, bentrokan sporadis terjadi di sejumlah wilayah. Pengunjuk rasa melemparkan benda ke arah aparat, yang kemudian merespons dengan menggunakan gas air mata.

Di Paris, situasi memanas menjelang larut malam di kawasan Place de la Nation. Massa dan aparat keamanan terlibat aksi saling berhadapan meski demonstrasi utama mulai mereda.

Sejak aksi protes berlangsung pada pekan sebelumnya, sedikitnya 6.547 orang telah ditangkap. Demonstrasi tersebut digelar untuk memprotes kondisi sekolah yang dinilai buruk.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi kekerasan. Ia juga membantah tudingan bahwa pemerintah memerintahkan aparat bertindak represif terhadap demonstran.

“Membakar gedung sekolah tidak memperbaiki kondisi bangunan sekolah. Menyerang guru tidak membantu menggantikan posisi guru,” kata Lecornu di hadapan parlemen.

Sementara itu, partai sayap kiri France Unbowed (LFI) dan sejumlah kelompok hak asasi manusia menuding polisi melakukan tindakan yang tidak proporsional, terutama karena banyak demonstran masih berusia di bawah umur.

Lecornu mengakui kemungkinan terjadinya “kecelakaan” dalam insiden yang menyebabkan sejumlah siswa terluka. Ia juga menuding LFI memiliki agenda politik untuk mendorong kekacauan menjelang pemilihan presiden Prancis 2027.

Untuk merespons situasi tersebut, pemerintah meniadakan kegiatan belajar-mengajar formal di tingkat SMA selama sisa pekan. Waktu tersebut akan digunakan kepala sekolah, guru, dan siswa untuk melakukan “demokrasi internal” guna membahas kondisi sekolah masing-masing.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *