Bulgaria Serukan Moratorium Konflik di Laut Hitam Usai Serangan Drone ke Kapal Niaga
RBN || Bulgaria
Presiden Bulgaria Iliana Iotova menyerukan penghentian sementara konflik bersenjata di Laut Hitam setelah serangan drone menghantam kapal-kapal niaga di kawasan tersebut. Seruan itu disampaikan dalam rapat darurat Dewan Konsultatif Keamanan Nasional Bulgaria pada Rabu (7/10/2026).
Serangan pada 6 Oktober menargetkan dua kapal dagang di zona ekonomi eksklusif Bulgaria. Salah satu kapal tenggelam dan awaknya belum ditemukan, sementara seluruh 18 awak kapal lainnya berhasil dievakuasi dari kapal kedua yang mengalami kebakaran.
Dalam rapat tersebut, Iotova mendorong adanya langkah untuk menghentikan sementara permusuhan di Laut Hitam dan menjadikan kawasan itu sebagai wilayah yang lebih aman bagi pelayaran.
“Kita perlu memberlakukan moratorium terhadap konflik bersenjata di Laut Hitam dan mengubah kawasan ini menjadi zona keamanan bersama,” ujar Iotova saat memimpin rapat darurat Dewan Konsultatif Keamanan Nasional pada Rabu (7/10).
Iotova menilai Bulgaria perlu mengambil peran aktif dalam upaya diplomatik bersama negara-negara yang berada di kawasan Laut Hitam. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan negara-negara anggota NATO untuk memperkuat keamanan maritim.
“Bulgaria harus segera mengadakan pembicaraan dengan Rumania dan Turkiye mengenai langkah-langkah bersama untuk menghentikan serangan terhadap kapal niaga di Laut Hitam dan memastikan keamanan pelayaran,” ucap Iotova.
Pemerintah Bulgaria juga mempertimbangkan permintaan dukungan tambahan kepada NATO, termasuk kemampuan pengawasan udara dan maritim serta sistem penanggulangan drone untuk memperkuat perlindungan wilayah pesisir.
Selain mendorong dialog regional, Iotova mengusulkan pelibatan Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lembaga tersebut diharapkan dapat membantu meninjau aspek hukum dari berbagai insiden yang terjadi di Laut Hitam.
Iotova juga mendorong adanya resolusi yang menjamin kebebasan sekaligus keselamatan navigasi kapal di kawasan tersebut.
Hingga kini, pihak berwenang Bulgaria masih menyelidiki asal-usul drone yang menyerang kapal-kapal niaga tersebut. Pemerintah Bulgaria belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.
Sumber: Reuters


