BIONS 330: Kesehatan Mental Lansia Bukan Sekadar Soal Fisik, Rasa Bermakna dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci

RBN || Jakarta

Memasuki usia lanjut bukan hanya menghadapi perubahan kondisi fisik, tetapi juga tantangan emosional dan psikologis yang sering kali luput dari perhatian keluarga. Perasaan kesepian, kehilangan tujuan hidup, dan anggapan bahwa dirinya tidak lagi dibutuhkan dapat memengaruhi kesehatan mental lansia.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam program Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 330, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang dipandu Dr. Alina selaku host dan Founder BIONS Series itu menghadirkan Joyo Nur Suryanto Gono, seorang dosen dan penulis, sebagai narasumber.

Joyo Gono menjelaskan bahwa salah satu kunci menjalani masa lanjut usia secara sehat adalah memahami pentingnya keseimbangan antara pikiran, perasaan, dan tindakan. Menurutnya, manusia memiliki berbagai kekuatan dalam diri yang perlu dikelola, termasuk dorongan emosional, kesabaran, welas asih, dan kemampuan membangun hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Keseimbangan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kehidupan ketika seseorang memasuki usia lanjut. Lansia perlu terus mengembangkan kesadaran diri agar mampu mengelola emosi sekaligus menemukan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Joyo Gono juga menyoroti bahwa perhatian keluarga terhadap lansia sering kali lebih banyak berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik. Penyediaan makanan, tempat tinggal, dan pelayanan kesehatan memang penting, tetapi belum tentu menjawab seluruh kebutuhan emosional mereka.

Menurutnya, sebagian lansia menghadapi perasaan kehilangan makna hidup atau sense of purpose karena perubahan peran dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kesepian, terutama ketika lansia merasa tidak lagi memiliki kesempatan berkontribusi atau dibutuhkan orang-orang terdekat.

Karena itu, keluarga perlu menghadirkan dukungan yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga memberikan ruang bagi lansia untuk didengar dan dihargai. Melibatkan mereka dalam percakapan, aktivitas bersama, serta keputusan sederhana dapat membantu mempertahankan rasa memiliki dan kebermaknaan hidup.

“Pemaknaan diri tidak bergantung pada orang lain, tetapi dari pemaknaan diri kita bisa mempengaruhi orang lain,” ujar Joyo Gono.

Pandangan tersebut menekankan pentingnya kemampuan lansia menemukan nilai dalam dirinya tanpa sepenuhnya bergantung pada pengakuan lingkungan. Ketika seseorang mampu memaknai keberadaannya secara positif, pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki tetap dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui BIONS Seri 330, pembahasan kesehatan mental lansia mengingatkan bahwa kualitas hidup tidak cukup diukur dari terpenuhinya kebutuhan fisik. Dukungan emosional, hubungan sosial, keseimbangan batin, dan kesempatan untuk tetap merasa bermakna menjadi bagian penting dalam mewujudkan masa tua yang sehat dan bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *