Begal Sopir Taksi Online di Pamulang, Pelaku Ditangkap Polisi
RBN || Tangerang Selatan
Seorang pengemudi taksi online berinisial AA menjadi korban pembegalan di Jalan Alam Segar I, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Korban mengalami luka akibat kekerasan menggunakan senjata tajam, sementara mobil Toyota Calya miliknya dibawa kabur oleh pelaku. Setelah kejadian tersebut viral di media sosial, polisi berhasil menangkap terduga pelaku.
Dikutip dari detikNews, Sabtu (10/10/2026), peristiwa pembegalan terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Aksi tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV. Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat berteriak meminta pertolongan warga dalam kondisi berlumuran darah.
Kejadian bermula ketika korban menjemput seorang penumpang dari Ciledug untuk diantar menuju Pamulang. Penumpang tersebut menggunakan metode pembayaran tunai. Namun, selama perjalanan, keduanya terlibat perselisihan yang dipicu ketidaksesuaian lokasi tujuan atau titik pemberhentian.
Setibanya di lokasi kejadian, pelaku turun dari kendaraan dengan alasan hendak mengambil uang dan meninggalkan tas sebagai jaminan. Setelah kembali, pelaku masuk ke dalam mobil dan melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara mencekik serta menusuk menggunakan senjata tajam.
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra menjelaskan bahwa serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan serta kondisi tubuh yang lemah. Setelah melakukan penganiayaan, pelaku menendang korban hingga keluar dari kendaraan, kemudian membawa kabur mobil Toyota Calya milik korban.
Dalam kondisi terluka dan berlumuran darah, korban berusaha meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian menghubungi pihak kepolisian Polsek Pamulang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian tersebut tersebar luas. Berdasarkan laporan detikNews, terduga pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan risiko keamanan yang dapat dihadapi pengemudi transportasi daring saat bekerja, terutama ketika berhadapan dengan penumpang yang tidak dikenal pada malam hari. Oleh karena itu, peningkatan kewaspadaan, sistem keamanan bagi pengemudi, serta penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan menjadi hal penting untuk mendukung keselamatan pekerja transportasi daring.
Sumber: Detik News


