Banjir Lahar Semeru, Infrastruktur Sumber Daya Air Mulai Dipetakan
RBN || Lumajang
Dampak banjir lahar dingin Gunung Semeru mulai dipetakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satgas Penanggulangan Bencana BBWS Brantas. Identifikasi dilakukan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk mengetahui kondisi infrastruktur sumber daya air sekaligus menentukan kebutuhan penanganan setelah situasi dinyatakan aman.
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak dan lereng Semeru pada Senin (2/11/2026) dini hari. BBWS Brantas mencatat curah hujan mencapai 134,6 milimeter dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.30 WIB, sehingga debit sungai meningkat dan membawa material vulkanik berukuran sekitar 25–65 milimeter.
Hasil pemeriksaan awal menemukan sejumlah infrastruktur terdampak. Tanggul beton pengendali banjir dan lahar tertimbun material vulkanik, sementara tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung mengalami pengikisan.
Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor mengatakan, personel dan peralatan proyek telah dievakuasi dari lokasi terdampak. BBWS juga menyiapkan bahan banjiran serta alat berat untuk mendukung penanganan darurat setelah kondisi lapangan memungkinkan.
Pemantauan dilakukan bersama BPBD dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru untuk mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik, cuaca, serta potensi kenaikan debit sungai. Tinjauan juga dilakukan di Sungai Regoyo, DAS Rejali, WS Bondoyudo-Bedadung, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Meski aliran Sungai Regoyo telah surut, penanganan fisik belum dilakukan karena curah hujan masih tinggi dan kondisi dinilai berbahaya. Inventarisasi kerusakan terus dilanjutkan sebagai dasar mobilisasi alat berat dan personel tanggap darurat.
Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta menjauhi sektor tenggara Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer serta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Kementerian PU mengingatkan warga mengikuti arahan petugas dan menghindari aliran sungai saat hujan deras. Pemantauan infrastruktur dan kondisi sungai akan terus dilakukan hingga langkah penanganan dapat dilaksanakan dengan aman.


