Akuntan di Cengkareng Akui Rekayasa Begal Demi Klaim Asuransi, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

  • Share
Akuntan inisial AC merekayasa soal begal demi klaim asuransi berujung minta maaf ke polisi. (Foto: Detik News)

RBN || Jakarta

Seorang pria berinisial AC mengakui telah merekayasa laporan pembegalan yang sebelumnya dilaporkan terjadi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Pengakuan itu disampaikan setelah penyelidikan polisi menemukan berbagai kejanggalan hingga akhirnya membuktikan bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi.

Dalam video klarifikasi di kantor polisi, AC menyampaikan permohonan maaf kepada Kepolisian Republik Indonesia, Polsek Cengkareng, dan Polres Metro Jakarta Barat atas laporan palsu yang dibuatnya. Ia mengaku tindakan tersebut dilakukan karena alasan ekonomi.

Menurut pengakuannya, laporan pembegalan sengaja direkayasa agar dapat mengajukan klaim asuransi dan menghentikan cicilan laptop Lenovo Legion senilai Rp27,3 juta. Saat ini, ia baru membayar lima kali angsuran.

“Saya memohon maaf atas laporan yang saya buat dan bersedia mencabut laporan tersebut. Saya tidak akan mengulanginya lagi,” ujar AC.

Kasus bermula pada 22 Juli 2026 ketika AC melapor menjadi korban pembegalan di Jalan Kampung Malang, Cengkareng Barat. Ia mengaku tas berisi uang tunai Rp1 juta dan sebuah laptop dirampas pelaku. Dalam laporannya, AC juga menyebut mengalami luka tusuk di lengan kiri akibat berusaha melawan pelaku.

Namun, penyelidikan Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat melalui olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan bukti mengungkap fakta berbeda. Polisi menemukan bahwa laptop yang diklaim hilang ternyata sedang diperbaiki di pusat servis kawasan Mangga Dua.

Selain itu, luka di lengan kiri yang semula disebut akibat serangan pelaku ternyata merupakan luka yang dibuat sendiri menggunakan gunting di kamar mandi untuk memperkuat cerita yang disampaikan kepada polisi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa memberikan laporan palsu kepada aparat penegak hukum tidak hanya menghambat penanganan perkara yang sebenarnya, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Kejujuran dan tanggung jawab tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *