Sony Hidupkan Kembali Headphone Walkman Legendaris

RBN || Jakarta

Nostalgia musik era 1970-an kembali hadir melalui peluncuran headphone Sony MDR-3R yang menggabungkan desain klasik dengan teknologi modern. Perangkat ini menghidupkan kembali tampilan headphone Walkman legendaris yang pertama kali diperkenalkan pada 1979.

Sony mempertahankan ciri khas headphone tersebut melalui desain ringan, ramping, dan bantalan telinga berwarna mencolok. Pengguna dapat mengganti bantalan busa berwarna biru atau oranye sesuai selera tanpa mengubah bentuk aslinya.

Mengutip laporan GSM Arena, perangkat terbaru tersebut terinspirasi dari headphone MDR-3 yang dahulu hadir bersama pemutar kaset Walkman TPS-L2. Sony bahkan menghadirkan kemasan dan buku petunjuk bergaya klasik untuk memperkuat pengalaman nostalgia.

Meski mengusung penampilan lawas, Sony MDR-3R telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna perangkat digital masa kini. Headphone ini menggunakan driver audio berukuran 23 milimeter dengan karakter suara yang mempertahankan ciri khas model terdahulu.

Perubahan paling menonjol terdapat pada penggunaan konektor USB-C yang menggantikan sambungan audio konvensional. Teknologi tersebut memungkinkan headphone terhubung langsung dengan ponsel, tablet, dan perangkat kompatibel lainnya.

Sony juga menyematkan mikrofon serta tombol kendali pada kabel untuk mendukung panggilan telepon dan pengoperasian musik. Pengguna tidak memerlukan pengisian baterai maupun proses pemasangan melalui Bluetooth karena perangkat menggunakan sambungan kabel.

Selain model standar, Sony memperkenalkan edisi khusus yang terinspirasi dari serial Netflix Stranger Things. Versi tersebut menghadirkan sentuhan desain berbeda dengan nuansa budaya populer era 1980-an.

Sony MDR-3R dijadwalkan tersedia mulai November 2026 dengan harga sekitar 59,99 dolar AS untuk model standar. Sementara itu, informasi mengenai jadwal pemasaran resmi di Indonesia belum diumumkan.

Kehadiran MDR-3R memperlihatkan upaya Sony menghadirkan kembali perangkat audio klasik tanpa meninggalkan kebutuhan teknologi modern. Perpaduan nostalgia dan kemudahan penggunaan menjadi daya tarik bagi pencinta musik serta kolektor perangkat retro.

Sumber: Inilah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *