KAI Siapkan Rp2 Triliun untuk Revitalisasi Stasiun Gambir

RBN || Jakarta

Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, akan menjalani revitalisasi besar-besaran untuk meningkatkan konektivitas transportasi di ibu kota. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan anggaran sekitar Rp2 triliun untuk proyek yang ditargetkan selesai pada 2028.

Pembenahan tersebut tidak hanya menyasar fasilitas stasiun, tetapi juga mencakup penataan kawasan Monumen Nasional (Monas). Keduanya direncanakan menjadi satu kawasan terpadu yang terhubung dengan jaringan MRT Jakarta.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan rencana tersebut seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Pertemuan itu membahas percepatan pembangunan infrastruktur transportasi, termasuk revitalisasi Stasiun Gambir.

“Barusan selesai dipanggil oleh Presiden membicarakan dua hal. Yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir. Di mana nanti di Monas ini, itu akan dibuat satu kawasan yang terintegrasi semua,” kata Bobby.

Menurut Bobby, penataan kawasan akan dilakukan secara menyeluruh agar Stasiun Gambir dan Taman Monas saling terhubung. Pengembangan tersebut diharapkan memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat transportasi sekaligus ruang publik.

Proyek revitalisasi akan dilaksanakan dalam dua tahap dengan perkiraan waktu pengerjaan selama dua tahun. KAI juga merencanakan integrasi Stasiun Gambir dengan jaringan MRT Jakarta melalui penghubung koridor timur dan barat.

Rencana konektivitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan transportasi antarmoda di pusat Jakarta. Dengan integrasi itu, masyarakat diharapkan memiliki pilihan perjalanan yang lebih mudah dan efisien.

Meski rencana pengembangan telah disampaikan, KAI belum merinci jadwal dimulainya konstruksi maupun perubahan layanan selama pengerjaan. Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan proyek masih menunggu penjelasan resmi perusahaan.

Revitalisasi ini diharapkan menghadirkan kawasan Stasiun Gambir yang lebih tertata, modern, dan terhubung dengan transportasi publik. Penataan Monas secara bersamaan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan pusat Jakarta.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *